Akibat gigitan itu, mengalami luka bekas gigitan di salah satu kakinya dan harus dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).
"Saat itu saya sedang berjalan mau ke lapangan untuk mengikuti pelajaran olah raga, tapi entah dari mana datang anjing yang langsung menggigit saya," ujar Vega Sastra, korban, saat dibawa ke RSUP Sanglah oleh keluarganya.
Vega mengaku sudah berusaha menghindar tapi rupanya anjing itu lebih cepat bergerak ke arah kaki sebelah kanan.
Sementara itu, Mas Wartini, neneknya Vega mengatakan, selain cucunya, ada juga teman satu kelas cucunya yang juga digigit anjing saat berada di dalam sekolah. "Ada siswa lain yang juga digigit kalau tidak salah perempuan," ujarnya.
Dia mengatakan, dirinya merasa heran pihak sekolah bisa lalai sehingga membuat siswanya celaka.
"Seharusnya pihak sekolah tidak membiarkan anjing liar tersebut masuk ke dalam sekolah. Ini merupakan kelalaian dari pihak sekolah, saya tidak menerima kejadian yang menimpa cucu saya," katanya.
Karena itu, lanjutnya, dia akan mengajukan protes kepada pihak sekolah. Selain itu, dirinya juga meminta pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.
"Tadi sempat saya menanyakan kepada pihak sekolah atas hal yang terjadi pada cucu saya, namun saya tidak memperoleh jawaban yang memuaskan," ujarnya.
Kelalaian seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi di dalam lingkungan sekolah, lanjutnya, bagaimana jadinya jika banyak siswa yang digigit oleh anjing tersebut.
Vega tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.30 Wita diantar sang nenek, dia pun langsung mendapatkan perawatan dari petugas RSUP Sanglah.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.