I Putu Juliadi, salah seorang warga setempat, Rabu mengatakan, kendatipun telah banyak anjing yang dieliminasi petugas di sekitar areal pura, namun masih saja ada anjing liar yang tersisa.
Bahkan, kata dia, Selasa (20/7) malam lima warga Goa Lawah secara bergiliran digigit anjing liar.
"Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat. Malam itu lima orang warga sedang berjalan di areal parkir Pura Goa Lawah, tiba-tiba diserang seekor anjing yang tampak mengamuk," katanya.
Tanpa bisa dicegah, anjing tersebut menggigit bagian kaki kelima warga yang naas itu, kata Juliadi.
Mereka yang kena gigit satwa liar tersebut, di antaranya adalah Nengah Sentani (45) dan Pan Rerud (50), serta kerabatnya yang sedang lewat di areal parkir malam itu.
Kelima korban, sambung Juliadi, sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Klungkung untuk dimintakan vaksin anti-rabies (VAR), sehubungan Bali kini tengah terjangkit penyakit rabies.
Namun sayang, lanjut dia, VAR di RS Klungkung dinyatakan habis, dan para korban pun akhirnya harus diberangkatkan ke RSUP Sanglah Denpasar.
Berdasarkan informasi yang diterima, VAR di RS Klungkung sudah habis sejak tiga minggu lalu sehubungan banyaknya korban gigitan anjing yang meminta itu.
"Saya sangat sayangkan kenapa VAR bisa habis. Akibatnya, banyak warga yang minta VAR tidak bisa terlayani, padahal Klungkung sendiri sejak dua bulan lalu sudah resmi dinyatakan daerah terjangkit rabies," ucapnya. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.