Bangli (Antara Bali) - Ni Nyoman Dar, wanita oknum guru sekolah taman kanak-kanak pada Yayasan Gurukulla Kabupaten Bangli, Bali, dilaporkan ke Polsek setempat atas tuduhan telah melakukan penipuan kepada orang tua murid.

Tiga orang tua murid TK Yayasan Gurukulla, Ni Wayan Mudistri, Ni Wayan Widiari dan Desak Oka Budiartini, Senin siang mendatangi markas Polsek Kota Bangli. 

Kedatangan ketiga orang tua murid tersebut adalah untuk melaporkan salah seorang oknum guru TK di sekolah itu, yakni Ni Nyoman Dar yang disebutkan telah melakukan tindak penipuan.

Kepada polisi, ketiga korban mengaku telah ditipu oleh Dar yang sebelumnya datang meminjam sejumlah perhiasan emas dengan dalih untuk kepentingan ritual.

Kepada para korban, Dar mengaku akan mempergunakan perhiasan emas tersebut sebagai syarat ritual memohon keturunan, sehubungan tidak kunjung dianugrahi anak.

Ritual tersebut akan dilakukan di salah satu pura di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Namun, ungkap ketiga pengadu, sampai saat ini emas itu tidak pernah dikembalikan oleh pelaku.

"Ternyata, dalam batas waktu yang telah ditentukan, emas yang dipinjam pelaku itupun tidak kunjung dikembalikan," kata Kapolsek Kota Bangli AKP I Made Raka.

Ia mengatakan, para korban sempat memberikan toleransi waktu hingga molor tiga hari, namun tidak dipenuhi pelaku. Akibatnya, kesabaran para korban habis dan langsung mengadukan kasus itu agar bisa diselesaikan secara hukum, katanya.

Ketiga korban itu, kata Made Raka, mengenal keberadaan pelaku lantaran anak mereka sekolah di tempat kerja pelaku. "Saat itu, kepada korban si pelaku menuturkan nasibnya yang sulit punya keturunan," ujar Kapolsek.

Kemudian kepada para korban, ucap Made Raka, pelaku mengaku telah mendapatkan pawisik atau bisikan gaib di salah satu pura di Nusa Penida.

Dalam bisikan gaib itu, Dar baru dianugrahi keturunan setelah menyerahkan sebanyak 100 gram emas milik tujuh orang warga sebagai persembahan.

"Kami masih pelajari kasus ini. Masih sebatas meminta keterangan dari ketiga korban," ucapnya.

Kapolsek mengaku telah sempat mendatangi rumah Dar di daerah Kubu, namun yang bersangkutan sedang tidak ada di rumah.

Ni Wayan Mudistri, salah seorang korban penipuan mengaku mau menyerahkan emas itu karena kasihan terhadap Dar yang mengaku tidak memiliki keturunan.

"Didorong rasa kasihan, saya akhirnya berniat membantu untuk meminjamkan. Dengan catatan agar perhiasan itu dikembalikan dalam rentang waktu yang telah ditetapkan," katanya

Ia mengatakan, rernyata hingga batas akhir waktu yang telah ditetapkan, korban masih mangkir.

Bahkan, kata Mudistri, tiga hari sebelum dilaporkan antara korban dengan pelaku sempat saling kontak melalui "short massage system (SMS)". "Saya sempat meminta perhiasan yang dipinjamkan itu segera dikembalikan," katanya.

Pada saat itu, lanjut Mudistri, pelaku mengaku bertangguh akan mengembalikan seluruh perhiasan itu. "Dari SMS itu, pelaku menyatakan bahwa suaminya yang juga menjadi salah seorang guru agama di Gurukulla tengah menuju Nusa Penida untuk mengambil perhiasan itu," ucapnya.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026