"Untuk harga buah tomat saat ini mencapai Rp8.000 per kilogram, dimana sebelum BBM naik harganya masih stabil kisaran Rp3.000 per kilogram," ujar Putu Agustini, seorang pedagang di Pasar Badung, Denpasar, Senin.
Selain pengaruh kenaikan harga BBM saat ini, lanjut dia, kenaikan harga buah tomat juga tidak diimbangi dengan ketersediaan barang dan belum adanya panen tomat dari petani.
Putu Agustini mengakui, apabila harga tomat terus mengalami kenaikan, maka pihaknya mengkhawatirkan buah tomat yang dimilikinya cepat membusuk dan mengakibatkan kerugian yang cukup besar.
Demikian, Wayan Windi, seorang pedagang di Pasar Kumbasari, Denpasar mengakui kenaikan buah tomat sudah terjadi pada sejak Minggu (29/3) kemarin, karena distribusi dari agen dibatasi akibat kenaikan BBM dan belum adanya panen raya dari petani.
Menurut dia, penyebab lain naiknya harga buah tomat karena suplai dari luar Bali dan permintaan untuk barang tersebut juga mengalami peningkatan. Untuk itu, saya mengharapkan adanya kestabilan harga kebutuhan pokok tersebut dan pemerintah juga diharapkan dapat melakukan upaya nyata dalam menggerakkan operasi pasar secara berkelanjutan. (WDY)
Pewarta: Oleh I Made Surya: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.