Denpasar (Antara Bali) - Cuaca buruk yang mengakibatkan gelombang besar di laut tidak menjadi hambatan bagi kapal-kapal pemburu tuna, sehingga perdagangan komoditas itu menghasilkan devisa 53,7 juta dolar AS selama Januari-Juli 2010.

Hasil ekspor tuna masih meningkat enam persen jika dibandingkan periode sama tahun 2009 yang hanya 50,6 juta dolar, kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Putu Bagiada, di Denpasar, Rabu.

Andil Tuna segar maupun yang sudah dibekukan dalam perolehan devisa mencapai 16,7 persen dari seluruh perdagangan aneka barang kerajinan dan nonmigas Bali lainnya ke pasaran luar negeri yang mencapai 320 juta dolar periode tersebut.

Peranan ekspor tuna hasil tangkapan masyarakat di Bali tersebut ada diurutan kedua setelah ekspor tekstil dan produk tektil (TPT) seharga 73 juta dolar atau 23 persen dan kerajinan kayu 50,7 juta dolar di urutan ketiga.

Bagiada mengatakan, pihaknya prihatin akibat cuaca yang kurang menentu di lautan dikhawatirkan hasil tangkapan nelayan yang ditampung para pengusaha perikanan di Bali berkurang tetapi kenyataannya masih ada peningkatan.

Realisasi ekspor tuna Bali dengan tujuan utama AS dan Jepang seharga 53,7 juta dolar tujuh bulan I-2010 hasil pengapalan sebanyak 12.076 ton, volumenya berkurang dari awal 2009 sebanyak 12.122 ton seharga 50,6 juta dolar.

Ia mengatakan, Bali selain mengekspor tuna juga Ikan kerapu yang merupakan jenis mata dagangan baru menghasilkan devisa 6,4 juta dolar hasil perdagangan 1.516 ton dengan negara tujuan utama adalah China, Taiwan, dan Jepang.

Bali mengekspor sedikitnya sebelas jenis ikan ke pasaran luar negeri, namun kebanyakan nilainya di bawah satu juta dolar akibat pengiriman ke negara konsumen, Bali mengandalkan dari pasokan daerah lain, terutama dari Jawa.

Ikan kepiting misalnya kebanyakan yang diperdagangkan ke luar negeri adalah hasil produksi daerah lain atau kepiting produksi petani Nusantara dipasarkan lewat Bali mendatangkan devisa 22.122 dolar selama Januari-Juli 2010.

Sementara ikan jenis kakap laku terjual di pasaran luar negeri seharga 1,1 juta dolar atas pengapalan 263 ton selama tujuh bulan I-2010 meningkat 59 persen jika dibandingkan periode sama 2009 hanya 746 ribu dolar.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026