Data di Posko PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Ketapang, Banyuwangi, Minggu, mencatat jumlah penumpang balik sejak H+1, Minggu (12/9) hingga H+7, Sabtu (18/9) mencapai 240.657 orang atau naik sebesar 23,65 persen dibanding jumlah warga yang balik pada periode sama tahun lalu sebanyak 194.612 orang.
Sedang kendaraan roda dua pada kurun yang sama tercatat sebanyak 39.617 unit atau naik sekitar 4,83 persen dibanding arus balik tahun lalu sebanyak 37.793 dan kenaikan sekitar 14,72 persen untuk kendaraan empat campuran yang tahun ini sekarang tercatat 27.320 unit sementara tahun lalu tercatat 23.813 unit.
Kendati mengalami kenaikan dibanding periode yang sama tahun 2009, namun jumlah pemudik yang balik dari Jawa ke Bali tersebut masih jauh lebih kecil dibanding jumlah warga yang mudik dari Bali dan daerah sekitarnya sebelum Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah, dari H-7, Jumat (3/9) hingga H-1, Kamis (9/9), yang mencapai 286.935 orang.
Begitu pula dengan kendaraan roda dua yang balik ke Bali masih lebih kecil dibanding kendaraan roda dua yang menyeberang ketika arus mudik lalu sebanyak 64.754 unit dan kendaraan roda empat campuran 28.085 unit.
Pemimpin Cabang PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Banyuwangi, Charda Damanik, Minggu, menjelaskan masih kecilnya jumlah warga yang mudik dibanding yang balik pada Hari Raya Fitri 1431 Hijriah ini menunjukkan penyebaran kepulangan warga dari berbagai kota di Jawa ke Bali dan daerah sekitarnya lebih merata sehingga kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kelancaran angkutan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang.
"Praktis antrean kendaraan pemudik yang balik ke Bali tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Bahkan, antrean di Ketapang hanya terjadi sekali dan itu hanya sebentar ketika ombak pantai di pelabuhan ini cukup besar pada Lebaran," jelas Charda Damanik.
Selain faktor penyebaran kepulangan pemudik lebih merata pada tahun ini, penurunan antara jumlah warga yang balik dibanding dengan warga yang mudik sebelum Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah itu dimungkinkan juga dikarenakan fenomena kependudukan warga pekerja musiman dari berbagai kota di Jawa yang memiliki waktu lebih leluasa karena masih menunggu adanya panggilan kerja atau mungkin tidak balik lagi karena kontraknya habis.
Sementara itu hasil pantauan ANTARA, Minggu pagi, suasana penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, terlihat lebih lengang dibanding situasi beberapa hari lalu selama arus balik dari H+1 hingga H+7.
Bahkan sejak dini hari, antrean kendaraan lebih banyak didominasi kendaraan roda empat pribadi dan angkutan umum, seperti bus antarkota antarprovinsi maupun bus pariwisata.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.