"Upaya itu berpengaruh meningkatkan peran subsektor perikanan terhadap pembentukan nilai tukar petani (NTP) Bali," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, subsektor perikanan yang meliputi usaha penangkapan ikan dan budidaya perikanan di Pulau Dewata mulai naik daun, karena produksinya laku keras untuk memenuhi konsumsi masyarakat setempat, disamping sebagai matadagangan ekspor.
Kondisi itu menyebabkan peran subsektor perikanan terhadap pembentukan nilai tukar petani (NTP) pada bulan Januari 2015 meningkat sebesar 1,85 persen dibanding bulan Desember 2014.
NTP Subsektor perikanan Bali meningkat 102,10 menjadi 103,99, berkat indeks yang diterima petani (lt) naik sebesar 0,74, sebaliknya indeks yang dibayar petani (lb) turun sebesar 1,09 persen.
Panasunan Siregar menambahkan, indeks yang diterima petani subsektor perikanan itu mengalami kenaikan tertinggi, sedangkan indeks yang dibayar petani mengalami penurunan terbesar dibandingkan dengan subsektor lainnya.
Kenaikan Lt didorong oleh semakin mahalnya harga komoditas pada kelompok perikanan tangkap sebesar 1,19 persen seperti cumi-cumi, tongkol, kakap dan lemuru.
Kondisi itu berbeda dengan kelompok perikanan tangkap, perikanan budidaya mengalami penurunan harga sebesar 0,08 persen.
Sementara penurunan pada Lb disebabkan oleh menurunnya indeks harga konsumsi rumah tangga sebesar 0,73 persen serta biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) 2,08 persen. (WDY)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.