Denpasar (Antara Bali) - Masyarakat Denpasar dan sekitarnya semakin sulit bisa membeli martabak yang biasa mangkal di pinggir jalan raya, karena hampir semua pedagang dan keluarganya mudik bersama sejak Senin lalu.

Sedikitnya dalam tempo satu minggu sulit mendapatkan martabak maupun goreng-gorengan di Denpasar, karena banyak rombong dagangannya tertutup terpal, demikian hasil pantauan wartawan ANTARA di Denpasar Rabu.

Sebagai mana diakui Kordinator warga persaudaraan Tegal Bali, Samlawi bahwa Warga Persaudaraan Tegal, Jawa Tengah yang umumnya sebagai pedagang martabak di Kota Denpasar dan sekitarnya sudah pada mudik.

Mereka melaksanakan mudik bareng sesama warga Tegal menggunakan bus mulai Senin dan pada H-2 merupakan keberangkatan yang terakhir, disamping ada pula yang mudik menggunakan kendaraan sendiri dan sepeda motor, kata Samlawi.

Tidak saja sulit mendapatkan martabak, juga tukang cukur versi Madura yang banyak ada di sudut-sudut jalan di Denpasar pada mulai tutup karena tukang cukur yang melayani masyarakat juga pada mudik Lebaran.

Pasar tradisional Batukandik yang lokasinya di pinggiran kota Denpasar umumnya dihuni pedagang dari Jawa, mulai sepi karena hampir semua pedagangnya juga ingin melakukan perayaan Idul Fitri di kampung halamannya.

Masyarakat Bali yang sering melaksanakan upacara adat tentu memerlukan banyak buah-buahan seperti pisang, Jeruk, Apel termasuk janur yang kerap diperlukan untuk bahan upacara adat dan keagamaan, namun sekarang sepi.

"Kami dalam minggu ini tidak ada menerima kiriman pisang dari Jawa Timur, karena semua petani maupun buruh pada Lebaran," kata Sugiono pedagang pisang yang biasa menjual hasil pertanian itu di pasar Batukandik Denpasar.

Persediaan perdagangan hasil pertanian itu juga semakin tipis, karena suplainya hampir tidak ada sejak minggu ini, tambah Sumardi, pengepul pisang yang biasa mengantarkan matadagangannya hingga ke pedesaan di Gianyar.

Bali sebagai daerah pariwisata dikunjungi turis dalam dan luar negeri, ketergantungan akan berbagai kebutuhan masyarakat dari luar pulau, seperti buah-buahan, janur, kelapa, termasuk beras yang dikonsumsi masyarakat.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026