Otoritas agama di negara sekuler Turki tidak setuju dengan penggunaan tato, meskipun mereka adalah penduduk kota yang sangat modis, terutama di kalangan anak mudanya.
Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang dituduh para kritikus berusaha memberlakukan Islamisasi di negara tersebut, berulang kali menegaskan keyakinannya bahwa tato itu berbahaya dan tidak bermoral.
“Seseorang yang menggunakan tato harus segera menghapusnya, jika mungkin. Dia harus meminta ampun kepada Tuhan jika tatonya tidak bisa dihapus,†kata Direktorat Urusan Agama, yang dikenal sebagai Diyanet di Turki, dalam sebuah fatwa.
Pihaknya menegaskan bahwa segala bentuk seni menghias tubuh dilarang oleh Nabi Muhammad dan menyarankan bahwa mereka harus menghapusnya baik dengan laser atau dengan operasi jika mungkin dilakukan.
“Nabi kita mengatakan 'Allah mengutuk orang-orang yang mengubah bentuk yang sudah diciptakan oleh Allah, baik itu seorang wanita dengan tato atau seseorang yang menghilangkan rambut dari wajah atau alis mereka,†tambahnya. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026