"Saya sudah dikasih sepekan lalu. Tinggal daftar, lalu ditukarkan dengan kupon dan diminta kumpul hari ini di sini. Senang juga, bisa mudik sekarang daripada pas akan Lebaran, pasti macet," kata Sugiyono, salah satu peserta mudik bareng.
Dia mengatakan, mudik ke kampung halamannya di Jebres, Jawa Tengah, sengaja dimajukan untuk mengantisipasi kemacetan. "Biar lebih lama di kampung," katanya.
Sugiyono mudik ke kampungnya yang berdekatan dengan Kota Solo bersama istri dan anak lelakinya. Dia membawa hanya sedikit barang mengingat perjalanan ke rumah orang tuanya harus disambung dengan bus antarkota di Solo.
Kesembilan bus berpendingin udara itu direncanakan menuju Solo, Semarang, Pekalongan, Surabaya, hingga Pekalongan. "Semua bus ini dalam kondisi sempurna, mesin, kursi-kursi sampai bannya juga diperiksa. Sopir-sopir dan awak bis juga diperhatikan betul kondisinya," kata Jumadi, salah satu sopir bus yang ditugaskan mengangkut para pemudik itu.
Dia mengatakan, pihak perusahaan minuman ringan itu menghendaki para sopir tidak ugal-ugalan selama perjalanan. "Utamakan keselamatan, itu pesannya. Kami juga setuju dengan hal itu," katanya.
Pemudik lain, Sunarti yang mudik bersama saudaranya, berencana akan ke Jawa Timur. Pegawai satu gerai pulsa telefon seluler itu mengaku didatangi temannya yang mendapat kupon mudik ini. "Ya saya mau saja, apalagi tidak terlalu banyak pemudiknya," katanya.
Sunarti berencana akan berlebaran di rumah ibunya, di Situbondo. "Mungkin 10 hari di sana, sudah diizinkan oleh bos," katanya.
Untuk tahun ini, diperkirakan Idul Fitri 1431 Hijriah akan jatuh pada 10 September nanti. Berbagai persiapan pengamanan dan dukungan kelancaran mudik telah disiapkan Pemerintah Provinsi Bali.
Tidak itu saja, hal serupa juga dilaksanakan para pemudik atau instansi dan perusahaan yang peduli pada keperluan ini.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026