Denpasar (Antara Bali) - Para pedagang kerajinan tembaga di kawasan Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali banyak mendapat pesanan dari wisatawan, pengusaha villa dan hotel, karena jenis cindera mata itu memiliki daya tarik tersendiri, tahan lama dan tidak mudah berkarat.

"Kami bisa menjual 20-30 unit per item tiap hari yang biasanya digunakan untuk aneka hiasan di villa, hotel atau rumah pribadi, sehingga menambah daya tarik dan membangun suasana yang indah di dalam vila atau rumah pribadi," ujar pedagang kerajinan tembaga, I Made Cahya, di kawasan Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.

Ia menjelaskan, barang-barang dari tembaga, memiliki banyak keuntungan yang di antaranya barang tidak akan cepat rusak, bisa digunakan sebagai hiasan, juga sebagai barang kebutuhan pribada seperti piring makan ataupun piring saji dan berbagai hiasan atau pemanis ruangan seperti, patung, tataan lampu hias.

I Made Cahya menambahkan, permintaan pasar kerajinan khususnya tembaga saat ini cukup menjanjikan karena barang kerajinan tembaga tidak akan luntur oleh usia barang serta memiliki keunikan dan fungsi bermacam macam.

Kondisi yang demikianlah yang mendorong jenis cindera mata itu selalu diburu oleh kebanyakan wisatawan mancanegara dan villa yang tersebar di Bali.

Untuk masalah harga, biasanya para pemesan menentukan bentuk, ukuran, barang sesuai keinginan atau sesuai dengan kebutuhan yang ada dan tingkat kedetailan atau ketelitian dalam pengerjaannya, seperti hal nya patung kuda dengan tinggi dan lebar 30 cm x 15 cm dan ketebalan 0,1cm para pedagang menjual dengan harga Rp2.500.000 per unit.

Demikian pula dengan, patung kepala Budha yang banyak diminati oleh wisatawan dari India dan Asia dengan tinggi dan lebar 30cm x 20cm dan ketebalan 0,3cm yang lebih seringnya dipadukan dengan lampu tidur dijual dengan harga Rp750.000 hingga Rp1.250.000 per unit.

Sedangkan untuk beberapa barang berbahan dari tembaga kebutuhan villa atau resort maupun hotel seperti piring makan, piring saji dan gelas dengan gaya kuno ukuran standar biasa dijual dengan harga Rp500.000 hingga Rp800.000 per unit, label villa dengan panjang 1,5m dan lebar 45cm dengan modifikasi dipenulisan (nama villa) dikenakan biaya pembuatan sebesar Rp4.500.000 per unit.

Menurut dia, harga kerajinan tembaga ini terbilang murah dan harga akan naik apabila pemesan kerajinan membuat disain tersendiri, hal ini disebabkan oleh pembuatan cetakan bentuk baru, sehingga memerlukan waktu pembuatan cukup panjang dan harus mengutamakan kualitas sehingga harga bisa melambung tinggi dan biasanya pembayaran dilakukan 50 persen dari harga yang sudah disepakati.

Salah seorang pembeli kerajinan berbahan baku tembaga, Petric Yuliana (45), Wna, mengatakan, ini adalah kerajinan yang menarik dan tidak bisa berkarat dan mempunyai nilai seni yang tinggi, dan dapat dipadukan dengan berbagai kerajinan bergaya modern. (WDY)

Pewarta: Oleh Mayolus Fajar
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026