Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Nyoman Astawa Riadi di Denpasar, Senin mengatakan masyarakat yang berada di pulau sebelah tenggara Pulau Bali itu menginginkan jembatan baru supaya segera dibangun.
Hal itu, katanya, karena pasca-perbaikan Jembatan Kuning yang sempat roboh, yang sebelumnya menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan ternyata tidak cukup melegakan hati masyarakat.
"Masyarakat menginginkan jembatan baru lagi supaya bisa dilewati kendaraan roda empat," ujarnya.
Menurut dia, permohonan dana ke pusat tersebut sudah diusulkan akhir 2013 dan usulan itu terus dikawal dengan harapan bisa direalisasikan.
Di sisi lain, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Jalan karena jika mendapat persetujuan dana dan bisa dibangun, maka pembangunannya akan dilakukan oleh balai jalan.
Astawa Riadi menambahkan, panjang jembatan diprediksi mencapai 180 meter dengan perkiraan anggaran sebelumnya Rp37 miliar. Namun karena medan yang berat, diprediksi terjadi kenaikan biaya akibat transportasi material yang mahal, pengerjaannya sangat sulit di samping pengaruh gelombang air laut.
"Kalau anggarannya tidak dinaikkan, kami khawatirkan tidak ada rekanan yang berani menawarnya dan kembali gagal tender," ucapnya.
Pihaknya tidak memungkiri, pengusulan dana ke pemerintah pusat memang sedikit sulit karena status jalan ini yang akan menjadi pertanyaan.
"Jika dikatakan status jalan provinsi tidak mungkin apalagi jalan nasional. Pembangunan jembatan yang diusulkan adalah menghubungan Nusa Lembongan dengan Nusa Ceningan yang sama-sama ada di Kabupaten Klungkung. Mestinya ini statusnya kabupaten akan tetapi kabupaten tidak mampu akan melaksanakan pembangunan ini," katanya.
Walaupun demikian, lanjut dia, Pemerintah Provinsi Bali tetap berusaha keras untuk memperjuangkannya guna mempelancar transportasi di wilayah tersebut. (WDY)
Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.