Lima (Antara Bali/AFP) – Putaran baru pembicaraan iklim PBB dibuka di Lima pada Senin, yang diselenggarakan untuk membuka jalan menuju kesepakatan bersejarah di Paris pada Desember 2015 guna mengurangi emisi gas rumah kaca.

Mengumpulkan 195 negara, pertemuan selama 12 hari tersebut harus menyetujui sebuah format umum berisi janji untuk mengurangi polusi karbon -- landasan perjanjian yang akan berlaku mulai 2020.

“Kami di sini untuk membangun jembatan,” kata Menteri Lingkungan Peru Manuel Pulgar-Vidal, yang mengepalai konferensi tersebut.

“Kami ingin konferensi ini menciptakan macam kepercayaan, macam kesempatan dan macam ketetapan yang kita butuhkan untuk mencapai perjanjian konkret yang dibutuhkan dunia.”

Banyak negara telah berjanji untuk membatasi pemanasan global tidak lebih dari dua derajat Celsius di atas tingkat sebelum Revolusi Industri.

Para ilmuwan mengatakan bahwa emisi karbon di Bumi akan bertambah dua kali lipatnya dari jumlah sekarang pada akhir abad ini – yang bisa menyebabkan kekeringan terburuk, banjir, badai dan naiknya permukaan air laut.

Mereka memperingatkan bahwa waktu yang tersisa tinggal sedikit untuk mengurangi emisi ke tingkat yang lebih aman. (WDY)




: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026