Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengatakan, kondisi jalan raya pedesaan yang rusak akan ditinjau dan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

"Adanya keluhan dari warga mengenai jalan rusak tersebut saya akan koordinasi dulu dengan Dinas Pekerjaan Umum Bali maupun pemerintah kabupaten," katanya di Denpasar, Sabtu.

Pada acara "Simakrama" atau dialog terbuka dengan masyarakat di Wantilan DPRD Bali itu, ia mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk memberikan akses jalan raya yang memadai bagi warga pedesaan.

"Sarana jalan sangat vital untuk pemerataan pembangunan, karena tanpa ada jalan yang memadai produk-produk pertanian akan kesulian untuk diangkut ke pasar," katanya.

Hal itu menanggapi menyampaian warga Desa Pedawa, Kabupaten Buleleng I Putu Armaya mengungkapkan, sepanjang jalan dari Desa Pedawa yang menghubungkan Desa Sidatapa tembus ke Pantai Lovina kondisinya rusak parah.

"Kondisi jalan tersebut sangat rusak parah sehingga warga yang bepergian mengalami hambatan. Apalagi jalan tersebut tembus ke kawasan Desa Wisata Lovina," katanya.

Ia mengharapkan kepada Gubernur Mangku Pastika untuk memperbaiki jalan tersebut. Apalagi jalur jalan tersebut potensi desanya sangat cocok dikembangkan untuk pertanian dalam menunjang wisata agro.

"Jika itu jalannya diperbaiki, saya yakin ke depannya desa tersebut akan dapat dikembangkan menjadi wisata agro, karena di wilayah tersebut termasuk lahan pertanian cukup luas, seperti kopi, kakao dan cengkih," ucapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bali Dewa Putu Punia Asa mengatakan, akan berkoordinasi dengan Pemkab Buleleng mengenai status jalan tersebut. Apakah jalan itu wewenang kabupaten atau provinsi.

"Kami akan segera meninjau ke lapangan untuk mengetahui jalan rusak yang menjadi keluhan warga. Kalau itu termasuk jalan kabupaten, maka perbaikannya akan dilakukan oleh pemkab setempat," katanya.

Dalam acara "Simakrama" yang digelar rutin oleh Provinsi Bali setiap bulan itu bertujuan untuk mendapatkan masukan secara langsung dari warga masyarakat, yang selama ini mungkin belum terserap oleh instansi terkait.

Pada kesempatan itu Pande Made Sudastra seorang Pengurus Subak Abian Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem mengusulkan program sistem pertanian terintegrasi (Simantri) yang dicanangkan gubernur agar berlanjut serta petugas pertanian memberikan penyuluhan dan bantuan kepada petani.

"Kami nilai program Simantri tersebut cukup bagus bagi para petani, oleh karena itu kami berharap dapat dikembangkan di semua desa di Pulau Dewata," ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengharapkan gubernur agar memberikan bantuan pendanaan abadi bagi subak tersebut. Karena dengan dana abadi itu nantinya bisa dikelola dalam subak tersebut. Sehingga untuk keperluan upacara maupun mengadaan bibit tidak mesti para petani harus mengeluarkan dana lagi.

"Kalau ada dana tersebut, anggotanya tidak perlu lagi mengeluarkan uang, semisal untuk keperluan upacara maupun beli bibit untuk lahannya. Cukup dari hasil bunga simpanan dana abadi itu," katanya.

Sudastra juga menyampaikan keluhan kepada Gubernur Mangku Pastika, bahwa hasil pertanian di Subak Abian Desa Nongan yang sebagian besar tanaman buah salak, ketika musim panen harga buah yang memiliki aroma khas itu di pasar sangat murah.

"Pak Gubernur, warga kami mengeluh ketika musim panen salak harganya sangat murah yang di ambil para pengepul, berkisar Rp400-Rp500. Untuk itu mohon bantuan untuk pemasaran sehingga harga tersebut bisa naik," kata Sudastra.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026