Negara (Antara Bali) - Nelayan di Desa Medewi, Kabupaten Jembrana minta dibuatkan jalur khusus untuk sampan mereka, karena jalan yang sekarang dipenuhi batu dari proyek pengaman pantai.

"Memang bagus ada proyek pengaman pantai sehingga wilayah sini tidak abrasi lagi. Tapi dampaknya, kami tidak bisa menggunakan pantai untuk parkir sampan," kata Edi, salah seorang nelayan, Senin.

Menurutnya, akibat pantai yang dipenuhi batu, sampan nelayan sering rusak saat dipaksakan untuk ditarik dari laut ke daratan, demikian juga sebaliknya.

Ia mengatakan, seluruh nelayan di desa tersebut, memarkir sampannya di darat dan menariknya kembali saat untuk melaut.

"Apalagi kalau air laut sedang surut, jarak daratan dengan laut makin jauh. Kalau kami paksakan menarik sampan, bisa-bisa rusak karena tergores batu pengaman pantai itu," ujar nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Setia Dewi ini.

Dengan sampan berbahan kayu termasuk lunasnya, ia mengaku, dengan cepat terkikis batu, bahkan beberapa diantaranya jebol.

"Mencari kayu yang cocok dijadikan sampan sekarang susah. Sering kami harus mencarinya hingga keluar daerah, dan harganya mahal. Kalau sampan cepat rusak, pendapatan kami tidak sepadan untuk menggantinya," katanya.

Mereka berharap, pemerintah membuatkan jalur khusus untuk sampan yang terbuat dari beton halus, sehingga tidak menggerus dasar sampan.

Ketua Kelompok Nelayan Setia Dewi, Arnawi, membenarkan kesulitan anggotanya tersebut, namun bukan berarti sama sekali tidak ada jalan untuk sampan.

"Kami sudah membuat jalur yang aman untuk sampan, tapi memang akan lebih bagus kalau dibeton," katanya.

Ia mengatakan, kelompok nelayan yang dirinya pimpin memiliki 173 anggota yang rata-rata menggunakan sampan dari kayu.

Ia mengakui, saat ini memang ada sejenis sampan yang menggunakan bahan fiber, tapi kurang disukai nelayan karena gampang pecah saat menghantam batu.

"Taraf ekonomi nelayan tidak hanya tergantung hasil tangkap, tapi juga bagaimana agar alat tangkapnya termasuk sampan awet, sehingga bisa menekan pengeluaran," ujarnya.

Menurutnya, jumlah nelayan di Desa Medewi terus bertambah, yang mencari ikan maupun udang hingga ke perairan Kabupaten Tabanan.(GBI)

Pewarta: Oleh Gembong Ismadi
: Gembong Ismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026