"Gong kebyar adalah salah satu gamelan Bali yang kini telah mendunia," kata Kadek Suartaya yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Sabtu.
Seniman serba bisa yang sering memperkuat tim kesenian Bali mengadakan lawatan ke mancanegara itu menjelaskan, gamelan yang muncul tahun 1914 atau 1915 ini telah menapak Eropa pada tahun 1931.
Dalam ruang jelajah berikutnya menyebar ke Benua Amerika, Asia, dan Australia. Di tanah kelahiran Pulau Dewata, gong kebyar selain dimiliki oleh setiap desa, banjar, sanggar, kantor pemerintah, sekolah maupun perorangan.
Gamelan Bali yang kini berusia seabad itu juga dapat dijumpai di penjuru Nusantara terutama di kota-kota besar Jakarta, Surabaya, dan Bandung hingga di lingkungan komunitas etnik Bali di tempat pemukiman transmigrasi seperti di Lampung, Palu, dan tanah Papua.
Suartaya menjelaskan, gong kebyar awalnya berkembang di Bali Utara. Kebaruan dan kecemerlangan yang diekspresikan gamelan yang dikembangan dari gamelan kuno gong gede itu dengan cepat merebak ke seluruh daerah di Bali.
Setidaknya tahun 1930-an, euforia gamelan Bali telah bergemuruh dalam pentas gong kebyar antarkerajaan se-Bali. Karakteristik musikal gong kebyar itu turut pula mempengaruhi prinsip-prinsip keindahan ansambel gamelan Bali yang lainnya.
Barungan gamelan yang lebih tua usianya seperti gender wayang hingga gamelan yang lebih muda seperti gamelan joged bumbung ikut mengalami perkembangan yang pesat.
Begitu kuatnya arus gong kebyar yang menggelinding dari Buleleng, Bali utara sempat melibas keberadaan gamelan khas Bali Selatan. Sekitar tahun 1950-1960 tidak sedikit gamelan semarapagulingan, palegongan, panyalonarangan dilebur menjadi gamelan gong kebyar.
Michael Tanzer, seorang peneliti dari Amerika Serikat dalam bukunya berjudul "Gamelan Gong Kebyar: The Art of Twentieth-Century Balinese Music (2000)" menyebut gong kebyar sebagi genre gamelan paling popular dan berpengaruh dari seluruh musik pada abad keduapuluh yang berkembang di Pulau Bali.
Dalam bab pendahuluannya Tanzer menegaskan, gong kebyar memiliki sikap mandiri yang tegas dan penuh sadar diri, terbebas dari berbagai katagori dan fungsi musik sebelumnya, suatu sikap yang secara jelas terdengar dalam gerakan dan ritme musik tersebut. (ADT)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.