Denpasar (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Bali meminta Duta Generasi Berencana (GenRe) Bali yang terpilih dalam Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas (Adujak) menyosialisasikan program KB Krama Bali.

“Mereka menjadi agen perubahan, menyosialisasikan bahwa KB Krama Bali itu tujuannya untuk mempertahankan budaya kita, melestarikan budaya tapi tidak bisa lepas hanya jumlah saja yang kita pikir melainkan kualitasnya juga,” kata Kepala BKKBN Bali Ni Luh Gede Sukardiasih di Denpasar, Rabu.

Ia menjelaskan kebijakan perencanaan keluarga khas Bali yang mengarahkan jumlah anak ideal empat orang demi menjaga tradisi penamaan Putu, Made, Nyoman, dan Ketut harus melalui kehidupan yang terencana.

GenRe dinilai sesuai menjadi pelopor kebijakan, namun harus sesuai dengan tujuan dibentuknya kebijakan tersebut.

“Duta GenRe itu punya tugas dia bagaimana merencanakan kehidupan berkeluarga yang bagus, mulai dari usia menikah untuk perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun, jangan menikahnya umur 18, selanjutnya merencanakan nanti mau punya anak berapa, pada saat menikah itu sudah siap fisik, mental, sosial, dan finansial,” ujarnya.

Dalam menyosialisasikan program-program pemerintah, ia menilai remaja merupakan kader paling sesuai, inovatif, mau belajar, dan aktif dalam berbagai komunitas sehingga penyebaran informasi dan edukasi dapat dilakukan secara masif dan tidak monoton.

Pada Adujak 2026 akan dipilih sepasang Duta GenRe Bali yang akan melaju ke Adujaknas pada 21-22 September di Jakarta.

Melalui wadah pertemuan generasi muda usia 15-24 tahun ini, BKKBN Bali ingin meningkatkan kualitas remaja menyambut peluang bonus demografi.

“Kita tahu usia produktif itu jauh lebih tinggi dibandingkan yang non-produktif, sehingga peluang ini harus kita optimalkan bagaimana generasi muda kita bisa berkualitas untuk mengisi pembangunan Bali,“ kata Sukardiasih.

Selain membantu kebijakan KB Krama Bali, secara umum Duta GenRe Bali memiliki tugas mengajak remaja menghindari seks bebas, menghindari pernikahan usia dini, serta menghindari narkoba dan napza.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Bali I Made Dwi Dewata menambahkan KB Krama Bali prinsipnya bertujuan mempertahankan tradisi.

Pemprov Bali berharap generasi muda memahami tujuan untuk mempertahankan budaya Bali sebagai salah satu akar kehidupan masyarakat memerlukan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) krama Bali.

“Jadi untuk mempertahankan seni budaya, kalau penduduknya berkurang, siapa lagi yang akan melestarikannya, contohnya bermain gamelan butuh banyak orang kalau tidak ada penerus ya susah, sehingga tujuannya agar menjaga Bali berkualitas dan mempertahankan tradisi dan adat istiadat,” katanya.

Ketua Forum GenRe Indonesia Provinsi Bali I Kadek Dwi Januardana menyatakan 500 lebih anggotanya siap berkolaborasi dengan kebijakan KB Krama Bali.

“Kami melihat adanya ruang yang sangat besar untuk mempertemukan kebijakan pemerintah dengan pendekatan komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda, pemerintah memiliki program dan kebijakan, perguruan tinggi memiliki pengetahuan dan juga kajian, sementara Forum GenRe Bali memiliki jaringan dan akses kepada remaja,” ujarnya.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026