Singaraja (Antara Bali) - Tim Polres Buleleng sudah mengidentifikasi orang yang memukul Komang Rendi Saputra, warga asal Desa Bondalem yang kemudian memicu konflik dengan warga Desa Kubutambahan di Desa Pacung, Kabupaten Buleleng, Minggu (15/8) lalu.
"Tubuhnya besar dan tinggi serta rambutnya panjang dan dia adalah warga Desa Kubutambahan. Itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap enam orang saksi," ujar Kabag Bina Mitra Polres Buleleng Kompol Made Sudirsa kepada wartawan di Singaraja, Senin.
Dia menjelaskan bahwa Rendi adalah salah satu korban dari pihak Desa Bondalem yang mengalami robek pada bagian bibir serta luka di bagian hidungnya.
Menurut dia, pemukulan itu menjadi pemicu pertama keributan yang menimbukan aksi penutupan jalur utama di kawasan Desa Kubutambahan dan Bondalem.
Dari keenam saksi tersebut, katanya, sudah cukup menjadi sebuah petunjuk penyelidikan terhadap laporan balik yang dilakukan pihak warga Desa Bondalem atas keributan antardesa yang berlangsung di malam penyelenggaraan lomba gerak jalan 45 kilometer itu.
Bahkan, lanjutnya, peristiwa tersebut berlangsung lebih dulu sebelum terjadi pembakaran truk serta perusakan mobil Kijang Innova yang terangkai dalam peristiwa konflik tersebut.
"Menurut keterangan korban saat melaporkan kejadian tersebut ke Polres Buleleng, kejadian yang menimpa orang bersangkutan berlangsung sekitar pukul 00.00 Wita atau sebelum lomba dimulai," ujar Sudirsa.
Dari hasil perkembangan penyelidikan atas kasus pemukulan yang dilakukan terhadap warga Bondalem oleh pelaku asal Desa Kubutambahan, dipastikan kejadian ribut itu berdasarkan dari pemukulan terhadap Rendi.
Pemukulan terhadap korban berlangsung saat beberapa pendukung dari Desa Kubutambahan menunjuk Rendi sebagai orang yang menjadi sumber keributan ketika pertandingan sepak bola berlangsung beberapa waktu silam.
Setelah mendapat pemukulan dari pelaku, Rendi langsung lari dan mencari rekannya sesama warga Bondalem hingga akhirnya terjadi peristiwa pelemparan dan pengeroyokan terhadap Made Sudarma, warga Desa Kubutambahan.
Terkait ciri yang dikatakan tertuju pada Made Sudarma sebagai pelaku pemukulan terhadap Rendi, Sudirsa mengaku belum bisa memastikan dugaan tersebut bisa dibenarkan.
"Yang jelas, masih dilakukan pengembangan dan akan dilakukan pemeriksaan serta pemanggilan saksi lainnya yang berkaitan dengan keterangan korban dan kronologi kejadian," ucap Sudirsa.(*)
