Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengingatkan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk melakukan pembenahan internal menyangkut sistem perencanaan dan pelaporan hasil kegiatan.

"Dalam pelaksanaan, evaluasi, pengawasan, pengendalian dan pengukuhan suatu kegiatan agar dapat berhasil atau tertata dengan baik tidak cukup hanya melaksanakan hal- hal fisik (eksternal) namun juga harus melakukan pembenahan di internal," kata Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, SH di Denpasar, Rabu.

Ia mengutip pemaparan Gubernur Pastika ketika memimpin Rapat Kerja Evaluasi Pelaksanaan Program Kegiatan Pembangunan Provinsi Bali Triwulan III tahun 2014 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (28/10).

Gubernur Pastika menyadari selama ini hanya fokus terhadap hal-hal yang bersifat fisik (eksternal) dan mengabaikan faktor internal.

Oleh sebab itu Gubernur Pastika mengimbau mulai sekarang SKPD harus melakukan pembenahan internal khususnya dalam sistem perencanaan dan proses pelaporannya.

"Alangkah baiknya jika kinerja kita di lapangan sudah bagus juga diikuti dengan proses perencanaan yang baik pula", ujar Gubernur Pastika.

Terkait proses pembenahan tersebut Gubernur Pastika didampingi Sekprov Cok Ngurah Pemayun mengharapkan kerja sama dari ketiga Asisten, staf ahli serta kelompok ahli pembangunan di Pemprov Bali sehingga bisa mempertanggungjawabkan secara transparan.

Hal itu sangat penting karena di ujung perencanaan ada Bappeda dan pengawasan dilakukan Inspektorat.

Kepala Biro Ekonomi Pembangunan Pemprov Bali I Gede Suarjana menjelaskan, selama setahun program Bali Mandara Jilid II untuk segi makro ekonomi dua dari delapan indikator sudah menunjukkan tingkat tuntas.

Sedangkan enam indikator lainnya belum tercapai dari segi pertumbuhan ekonomi target sebesar 6, 40 persen hingga triwulan III-2014 baru mencapai 5,83 persen, pertumbuhan

investasi target Rp 3,99 triliun realisasinya Rp 2, 4 triliun, tingkat pengangguran target 1,76 persen, realisasi 1, 37 persen dan penduduk miskin targetnya 3,88 persen meningkat menjadi 4, 3 persen.

Gubernur Pastika optimis jika semua bisa menyumbangkan pendapat, sehingga pengentasan akan bisa cepat dicapai sesuai sasaran.

Untuk total APBD dari target Rp3, 11 triliun sudah terealisasi sebesar 4, 49 triliun, sehingga pendapatan dan belanja Provinsi Bali pendapatan dengan pagu sebesar Rp3,96 triliun baru terealisasi sebesar Rp3, 3 triliun yang mengalami deviasi sebesar Rp0, 79 triliun. (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026