Denpasar (Antara Bali) - Menghadapi lebaran mendatang, Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Kamis menggelar inspeksi mendadak di Pasar Badung dan beberapa distributor sembako di Denpasar, Bali.

"Kegiatan sidak ini untuk memantau perkembangan harga, termasuk guna mengetahui kualitas daging yang dijual para pedagang di Pasar Badung," kata Kabid Perlindungan dan Kerja Sama Disperindag Kota Denpasar Dra Luh Gde Ratnaningrat, di sela-sela kegiatan tersebut.

Di samping itu, kata dia, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk dapat memastikan mengenai pasokan dan stok beberapa barang, meski saat ini masih dalam keadaan aman.

Dengan stok yang berkecukupan, masyarakat terutama bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa, dapat menjalankannya dengan tenang.

Sidak siang itu melibatkan beberapa instansi seperti BPPOM Denpasar, Badan Metrologi Provinsi Bali, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan dan Dinas Tramtib Denpasar.

Di samping melakukan pengecekan terhadap timbangan, tim sidak juga melakukan pengecekan terhadap beberapa jenis daging yang tengah dijual para pedagang di Pasar Badung.

Dari hasil sidak yang dilakukan di tengah keramain pasar terbesar di Bali itu, petugas menemukan seorang pedagang ikan yang "mempermainkan" timbangan dengan menambahkan magnet di bawah alat itu.

Melihat hal tersebut, Ratnaningrat langsung memberikan peringatan keras dan menyita magnet yang menempel pada timbangan tersebut.

"Ini sudah merugikan konsumen, besok-besok ibu jangan lagi melakukan perbuatan seperti ini," ujar Ratnaningrat mendamprat si pedagang.

Sementara dari hasil pemeriksaan terhadap daging, petugas tidak menemukan adanya daging busuk atau yang tidak layak jual.

Menurutnya, di Pasar Badung memang sangat jarang ditemukan adanya penjual daging busuk atau daging tak layak jual. Hal ini dikarenakan pihaknya selalu melakukan pengawasan yang ketat, termasuk ke beberapa rumah potong hewan yang ada di Denpasar.

"Kami juga secara rutin, yakni setiap seminggu dua kali melakukan pemantauan kualitas daging ke pasar-pasar yang ada di Kota Denpasar, termasuk ke rumah potong hewan," katanya menjelaskan.

Setelah sidak di Pasar Badung, petugas melakukan pemantauan ke beberapa distributor sembako di Denpasar. Dari hasil sidak disebutkan diketahui bahwa stok sembako baik pada hari puasa maupun saat perayaan Lebaran nanti, masih tercatat aman dan mencukupi.

Di Denpasar saat ini, kata Ratnaningrat, ada sekitar 16 distributor besar yang siap melayani kebutuhan sembako.

Ia mengatakan, pihaknya tetap mengingatkan kepada para distributor untuk tidak melakukan penimbunan sembako yang nantinya bisa menimbulkan kelangkaan dan naiknya harga di pasaran. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026