"Mereka rata-rata lansia yang beroperasi di perempatan jalan dan diduga ada yang menggerakkan," kata Kepala Dinsosnaker Kota Denpasar, I Made Erwin Suryadarma Sena, Rabu.
Sebelum dipulangkan ke daerah asalnya, lima orang gelandangan tersebut dititipkan di rumah singgah milik Pemprov Bali di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.
Erwin menjelaskan bahwa gelandangan yang dipulangkan tersebut sudah berulang kali ditangkap sehingga pihaknya menduga ada oknum yang mengerahkan.
Mereka sering beroprasi di beberapa tempat, seperti simpang Jalan Gunung Soputan, Jalan Teuku Umar Barat, Jalan Pulau Buton 1, Jalan PB Sudirman, dan Jalan Biak. "Kami terlebih dahulu melakukan pengintaian,," katanya.
Menurut dia, pada akhir tahun, mereka mengambil kesempatan mengemis di objek wisata yang ramai.
"Kesempatan itulah yang biasanya dimanfaatkan oknum pengerah untuk mengais rezeki dan mendapatkan sesuatu secara instan," katanya.
Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri, mereka juga berdatangan ke Bali. "Jika ditemukan beroperasi di perempatan jalan maupun tempat keramaian akan ditangkap dan selanjutnya dipulangkan ke daerah asalnya," ujarnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tidak memberikan sesuatu kepada gelandangan dan pengemis.
"Apabila masyarakat melihat gelandangan dan pengemis di jalanan, maka segera melapor kepada kami," ujar Erwin. (WDY)
Pewarta: Oleh I Made Surya: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026