Peluncuran uang elektronik itu dilakukan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III Bali-Nusa Tenggara Benny Siswanto dan Rektor Universitas Udayan, Prof Dr I Ketut Suastika, bekerja sama dengan empat bank milik pemerintah dan swasta untuk melaksanakan program tersebut yakni BNI, Mandiri, BRI, dan BCA.
Pelaksanaan uang elektornik itu akan dilaksanakan secara bertahap dan baru beberapa gerai toko dan 'merchant' lain yang bekerja sama dengan empat bank itu menerima transaksi non-tunai itu.
Pihak bank diminta untuk memperluas jaringan penerimaan dengan transaksi non-tunai itu.Uang elektronik tersebut berupa kartu pembayaran dengan bentuk sama dengan kartu debit namun dengan sistem isi ulang untuk saldo layaknya pembelian pulsa.
Pembelian saldo tersebut bisa dibeli di masing-masing anjungan tunai mandiri (ATM) di empat bank tersebut dan di masing-masing mesin debit elektronik (EDC) di beberapa toko niaga yang telah ditunjuk pihak bank. (DWA)
Pewarta: Oleh Dewa WigunaEditor : Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.