Denpasar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menyoroti masih terbuka peluang besar untuk perluasan transaksi digital daerah yang dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

“Terutama pada retribusi yang masih didominasi pembayaran konvensional,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Senin.

Berdasarkan laporan perekonomian Provinsi Bali, Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD) di Pulau Dewata melalui kanal digital terus meningkat dengan realisasi mencapai Rp8,46 triliun pada 2025.

Capaian itu meningkat signifikan dibandingkan 2024 mencapai Rp5,07 triliun.

Berdasarkan jenis penerimaannya, pembayaran pajak melalui kanal digital masih mendominasi dengan pangsa 51,78 persen melampaui pembayaran melalui kanal konvensional dan kanal nondigital yang tercatat sebesar 47,56 persen.

Hasil itu, kata dia, menunjukkan tingkat adopsi pembayaran pajak secara digital oleh masyarakat di Bali relatif tinggi.

Meski begitu, ia menilai ke depan masih terdapat ruang untuk terus ditingkatkan, misalnya melalui literasi dan kenyamanan wajib pajak dalam menggunakan kanal pembayaran digital, salah satunya digitalisasi retribusi daerah.

Pasalnya, pembayaran retribusi daerah masih didominasi oleh kanal konvensional dengan pangsa sebesar 66 persen dan penggunaan kanal digital seperti lokapasar (e-commerce) mencapai 22 persen dan sisanya menggunakan kanal non digital seperti melalui ATM, mesin EDC, dan uang elektronik serta kanal pembayaran ORIS.

Adapun implementasi retribusi digital memberikan efisiensi PAD, mengurangi potensi kebocoran pendapatan serta mendorong lebih besar partisipasi masyarakat.

Untuk meningkatkan digitalisasi retribusi daerah, lanjut dia, pemerintah daerah perlu menerapkan pendekatan terpadu melalui kebijakan digital pada seluruh titik pemungutan retribusi, integrasi sistem retribusi dengan berbagai kanal pembayaran elektronik sehingga proses penetapan, penagihan, dan rekonsiliasi berlangsung otomatis.

Selain itu, penguatan kapasitas petugas lapangan agar implementasi kanal digital dapat berjalan konsisten.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026