Denpasar (Antara Bali) - Realisasi ekspor hasil industri kecil Bali dalam kurun waktu lima bulan I-2010 menghasilkan devisa sebesar 81 juta dolar AS atau naik 24,6 persen jika dibandingkan periode sama 2009 hanya bernilai 64,9 juta dolar.

Peranan usaha industri kecil dalam perolehan devisa nonmigas Bali mencapai 35,6 persen angka yang cukup besar, ungkap Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar Jumat.

Ada sekitar enam jenis usaha industri kecil yang produksinya tercatat dipasarkan ke luar negeri yakni produksi ikan dalam kemasan kaleng, komponen rumah jadi dari kayu/bambu, tas, alas kaki, barang plastik dan pakaian jadi (garmen).

Pakaian jadi bordiran, rajutan dan berbagai jenis garmen lainnya buatan masyarakat Bali mampu dikapalkan sebanyak 25 juta biji dari berbagai jenis dan bentuk seharga 53,6 juta dolar selama Januari-Mei 2010.

Perdagangan pakaian jadi merupakan yang terbesar dari hasil industri kecil yang ada menyusul dari perdagangan ikan dalam kemasan kaleng yang bahan bakunya dari ikan hasil tangkapan nelayan di Jembrana, wilayah Bali bagian Barat.

Ikan dalam kemasan kaleng menghasilkan devisa 10,5 juta dolar hasil pengapalan 4.984 ton selama lima bulan pertama 2010 naik 33,5 persen dalam nilai dan 18 persen dalam volume jika dibandingkan periode yang sama 2009 hanya 4.192 ton seharga 7,8 juta dolar.

Bagiada mengatakan, aneka barang yang dibuat memanfaatkan bahan baku plastik menghasilkan devisa sepuluh juta dolar atas pengapalan 11,6 juta pcs Januari-Mei 2010 naik 60 persern dalam perolehan devisanya dan 23 persen dalam volumennya jika dibandingkan periode sama 2009 hanya 9,4 juta pcs seharga 6,2 juta dolar.   
   
Sepatu yang dibuat dari pelepah pisang, kulit dan kain yang dihiasi dengan monte-monte yang ditujukan kepada konsumen dari kalangan anak remaja sebanyak 689 ribu pcs seharga 2,9 juta dolar selama lima bulan awal 2010, perolehan devbisa tersebut hampir sama dengan periode sama 2009.

Berbagai jenis tas buatan masyarakat Bali laku terjual ke pasaran ekspor justru mengalami kemerosotan hingga 65 persen di awal 2010 hanya seharga 120 ribu dolar saja atas pengapalan 60 ribu pcs, jika dibandingkan awal 2009 mencapai seharga 342 ribu dolar.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026