"Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran virus Koronavirus," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Gede Wira Sunetra di Denpasar, Kamis.
Pihaknya akan terus proaktif dengan melibatkan puskesmas untuk mengamati dan melayani apabila ditemukan pasien yang diduga terserang flu setelah melakukan perjalanan dari Timur Tengah.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas yang berada di lingkungan dekat bandara untuk tetap memantau masyarakat yang bepergian ke Arab Saudi. Setelah dua minggu kedatangan harus tetap di observasi," ujarnya.
Pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Tenaga Kerja Haji Indonesia (TKHI) dalam penanganan keberangkatan jemaah haji dan umrah.
Ia mengatakan cek kesehatan yang dilakukan sama seperti pemeriksaan pada umumnya di rumah sakit lain. "Kami tetap akan memonitor kesehatan para jemaah haji yang akan berangkat umrah," ujarnya.
Selain itu, untuk seseorang yang baru bepergian dari umrah selama kurun waktu dua minggu, lanjut dia, puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat wajib berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat agar sesegera mungkin merujuknya.
Apabila seseorang ditemukan gejala infeksi saluran pernafasan akut atau disebut juga "Severe Acute Respiratory Infection" (SARI) yang muncul secara mendadak pada selarun pernafasan seperti sesak nafas, maka menurut dia sebaiknya langsung ke puskesmas atau rumah sakit.
Cara penularan penyakit tersebut, jelas dia, dapat melalui kontak dengan udara atau "droplet" dari seseorang yang terinfeksi saluran pernafasan kepada orang lain yang sehat.
"Tanda dan gejala penyakit ini pasien tampak sesak nafas, panas badan tinggi hingga 39 derajat Celcius dan harus sesegera mungkin dibawa kerumah sakit untuk deteksi dini dari penyeberan virus Mers-VoC tersebut," ujarnya. (M038)
Pewarta: Oleh I Made Surya: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.