"Airport, pelabuhan, terminal, kemudian rumah sakit, saya kira semua harus siap. Nanti Dinas Kesehatan saya perintahkan supaya siaga terhadap hal ini," katanya di Denpasar, Kamis.
Pihaknya juga sudah memberikan instruksi kepada semua pihak terkait untuk mengantisipasi penyakit yang disebabkan virus korona "Middle East Respiratory Syndrome" (MERS-CoV) yang dilaporkan terjadi di Arab Saudi tersebut.
"Kita semua harus aktif dan melakukan tindakan cepat," ujarnya sembari berharap terhadap meninggalnya satu orang yang sebelumnya diduga atau "suspect" MERS-CoV tidak akan memengaruhi citra pariwisata Bali.
Bali, menurut dia, juga sudah cukup berpengalaman dalam mengantisipasi merebaknya berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu burung, SARS, rabies, dan sebagainya. "Itu kan tergantung tindakan cepat kita," ucap Pastika.
Sebelumnya PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional Ngurah Rai menyatakan akan memasang alat pendeteksi MERS-CoV sebagai antisipasi penyebaran virus yang dilaporkan terjadi di Arab Saudi itu.
"Dalam waktu dekat kami akan memasang alat pendeteksi. Kami tengah berkoordinasi dengan pihak Kesehatan Pelabuhan," kata Co-General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita.
Pemasangan alat pendeteksi koronavirus itu rencananya akan ditempatkan di terminal kedatangan internasional sebagai pintu awal kedatangan penumpang dari sejumlah negara ke Pulau Dewata.
Pasien yang diduga mengidap MERS-CoV dengan inisial AS (50) yang sebelumnya dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar, sejak Selasa (6/5) akhirnya meninggal dunia pada Rabu (7/5).
Sekretaris Penanganan Penyakit Infeksi RSUP Sanglah dr Ken Wirasandhi mengatakan AS negatif terinfeksi MERS-CoV dan juga ditegaskan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya menyatakan AS dipastikan negatif terjangkit MERS-CoV berdasarkan hasil pemeriksaaan dari Laboratorium Biomol dan Litbangkes Kementerian Kesehatan. (M038)
Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.