Kegiatan tersebut melibatkan 12 klub sepak bola yang terdiri atas delapan klub divisi utama, dua klub divisi I dan masing-masing satu klub divisi II dan divisi III, kata Ketua Pengkab PSSI Buleleng Gede Suyasa di Singaraja, Kamis.
Ia mengatakan, turnamen tersebut sebagai salah satu upaya membangkitkan gairah masyarakat dalam bidang olah raga sepak bola sekaligus memeriahkan peringatan HUT ke 65 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2010.
Pelaksanaan pertandingan tersebut mendapat dukungan dana sebesar Rp93,5 juta, dan dalam pertandingan perdana itu tampil kesebelasan Putra Harapan Kaliasem berhadapan dengan Porkal FC Kalibukbuk, sebagai dua klub sepakbola dari kawasan wisata Lovina.
Para juara dalam turnamen tersebut selain memperoleh tropi bergilir, juga piala tetap untuk juara I, II, III dan harapan.
Selain itu panitia yang diketuai Nengah Sudiartha juga menyiapkan hadiah untuk pemain terbaik maupun pencetak gol terbanyak, ujar Gede Suyasa.
Suyasa menjelaskan, turnamen sepak bola Buleleng Cup I untuk mendorong gairah masyarakat terhadap cabang olah raga sepak bola, mengingat aktivitas cabang olah raga tersebut dalam beberapa tahun belakangan hilang, bahkan mati suri.
Padahal jenis cabang olah raga itu cukup merakyat di Bali utara, penggemarnya dari kalangan anak-anak, dewasa hingga orang tua dari kota sampai tingkat desa di seluruh wilayah Bali utara.
Selain itu hampir setiap desa memiliki fasilitas berupa lapangan sepak bola. Bahkan di era 1970-an hingga 1980-an kompetisi-kompetisi sepak bola cukup marak di Bali utara.
Dengan demikian penggemar bola rindu terhadap kompetisi maupun kejuaraan-kejuaraan sepak bola di Bali utara, katanya.
Kini harapan masyarakat, pecandu bola di Buleleng akan bisa terpenuhi, karena PSSI setempat mencoba menggeliat menjawab tantangan masyarakat, dengan menggelar turnamen tersebut.
Turnamen yang baru pertama kali digelar di awal kepengurusan PSSI Buleleng ini diharapkan berkesinambungan dan pelaksanaannya lebih semarak di masa-masa mendatang, harap Suyasa.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026