Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen secara bertahap akan menyebarkan layanan kesehatan gratis dalam program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) bekerja sama dengan berbagai rumah sakit swasta.

"Secara bertahap memang akan disebarkan pada lebih banyak RS swasta karena kami menyadari memang masyarakat yang akan menggunakan JKBM tidak semuanya dapat dilayani di RSUD (rumah sakit umum daerah)," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menggelar simakrama (temu wicara) bulanan dengan masyarakat di Denpasar, Sabtu.

Namun, kata dia, RS swasta yang akan diajak bekerja sama untuk memberikan layanan kesehatan gratis yang dimulai Pemprov Bali sejak Januari 2010 itu sebelumnya harus memenuhi sejumlah persyaratan.

"RS swasta harus lolos verifikasi dulu karena kami tidak ingin jika pelayanan yang diberikan kepada masyarakat asal-asalan. Pada dasarnya RS swasta tidak memberikan layanan gratis, tetapi pemerintah daerah yang akan membayarkan klaim atas layanan kesehatan yang diterima masyarakat," ujarnya.

Pastika mengemukakan bahwa ada beberapa RS swasta yang sebelumnya sudah sepi pasien. Namun, setelah bekerja sama memberikan layanan JKBM menjadi kebanjiran pasien.

Saat ini sudah ada enam RS swasta di Bali yang turut melayani JKBM, yakni RS Parama Sidhi, RS Kerta Usadha, dan RS Karya Dharma Usadha (Kabupaten Buleleng), kemudian RS Puri Raharja dan RS Bhakti Rahayu (Kota Denpasar) serta RS Ganesha di Kabupaten Gianyar.

"Ada beberapa rumah sakit swasta di Tabanan yang saat ini sedang dalam verifikasi," ujar Pastika.

Sementara itu, peserta simakrama Lanang Sudira dari Gianyar memberikan acungan jempol untuk pelayanan RS swasta yang sudah bekerja sama memberikan layanan JKBM.

"Yang saya sayangkan, mengapa hanya baru satu RS swasta di Gianyar yang memberikan layanan JKBM? Padahal, masyarakat sangat membutuhkan, sedangkan layanan kesehatan di RSUD tidak sebagus yang diberikan RS swasta," kata Sudira.

Peserta lainnya, Prof. Dr. A.A. Muninjaya, meminta pemerintah daerah juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar di puskesmas.

"Pelayanan kesehatan dasar perlu direvitalisasi. Puskesmas jangan sampai hanya mengobati penyakit pusing, keseleo, dan masuk angin. Di sisi lain, perlu digugah kesadaran masyarakat untuk mengutamakan pencegahan penyakit. Jangan terjebak, baru memperhatikan kesehatan ketika sudah sakit," kata Muninjaya. (M038)


Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati
: M. Irfan Ilmie

COPYRIGHT © ANTARA 2026