... bahwa subsektor tanaman pangan merupakan salah satu dari lima komponen pembentukan NTP Bali. Dari lima komponen itu tiga di antaranya mengalami kenaikan dan dua menunjukkan angka penurunan."
Denpasar (Antara Bali) - Subsektor tanaman pangan yang terdiri atas padi dan palawija menurunkan Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Bali sebesar 0,62 persen dari 95,26 persen pada bulan Januari 2014 menjadi hanya 94,67 persen pada Februari 2014.

"Kondisi tersebut akibat turunnya indeks yang diterima petani sebesar 0,32 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panusunan Siregar di Denpasar, Rabu.

Sementara indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen, penurunan indeks diterima petani akibat turunnya indeks pada kelompok palawija sebesar 1,38 persen.

Hal itu akibat turunnya harga ubi jalar sebesar 5,76 persen dan ketela pohon 1,56 persen, sedangkan kenaikan indeks dibayar petani didorong oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,29 persen dan biaya produksi serta penambahan barang modal (BPPBM) sebesar 0,32 persen.

Panusunan Siregar menambahkan bahwa subsektor tanaman pangan merupakan salah satu dari lima komponen pembentukan NTP Bali. Dari lima komponen itu tiga di antaranya mengalami kenaikan dan dua menunjukkan angka penurunan.

Ketiga komponen yang mengalami kenaikan meliputi subsektor hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, dan suksektor perikanan.

"Dua sektor yang mengalami penurunan selain tanaman pangan juga subsektor peternakan," ujar Panusunan Siregar.

NTP Bali pada Februari 2014 sebesar 103,55 persen menurun 0,06 persen dibanding bulan Januari 2014 yang mencapai 103,61 persen.

Meskipun NTP Bali menurun, namun lebih tinggi dari rata-rata NTP nasional yang tercatat 101,79 persen. (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026