Lampung (Antara Bali) - Harga berbagai jenis buah pisang segar di perdesaan Lampung terus naik, khususnya pisang kualitas baik yang banyak dikirim untuk memenuhi kebutuhan daerah di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Menurut salah seorang pedagang pengumpul hasil bumi di Desa Suka Jawa, Sukarame, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Rohim (55) di Suka Jawa, Minggu, harga buah pisang berbagai jenis terus naik, baik pisang janten, kepok, ambom dan pisang tanduk.

"Dalam satu sampai dua bulan ini harga pisang naik rata-rata antara Rp200 sampai Rp300/sisir" katanya.

Rohim menjelaskan, kini harga pisang janten sekitar Rp1.500/sisir, lalu pisang kepok Rp3.500/sisir, dan pisang ambon paling mahal bisa mencapai sektar Rp5.000/sisir.

Sementara petani Desa Kampung Baru, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, M.Ilyas, menjelaskan, harga pisang yang paling mahal adalah jenis pisang tanduk.

"Kalau pisang tanduk harganya mahal, tapi jarang. Sebelumnya hanya Rp250/buah, terus naik jadi Rp500/buah, bahkan sekarang sekitar Rp1.000/sisir," katanya.

Mahalnya harga buah pisang di perdesaan juga diakui oleh pedagang pengumpul buah pisang di Desa Kampung Baru, Kausar, yang menjelaskan, tingginya haga pisang itu karena permintaan buah pisang terutama dari Pulau Jawa terus meningkat.

"Sekarang harga pisang lagi naik, terutama untuk dikirim ke Jawa, karena sekarang musim buah-buahan sedang berkurang jadi banyak warga beralih ke buah pisang," katanya.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan sepanjang Sabtu dan Minggu banyak kendaraan niaga baik truk, maupun pickup L300 yang penuh muatan buah pisang mentah yang meninggalkan sejumlah desa dengan tujuan ke Jawa.

Menurut Rohim pula, selama ini buah pisang dari desanya banyak dikirim ke Pasar Induk di Jakata dan Bekasi, bahkan ke Bogor, Jawa Barat.

Dia mengaku setiap minggu bisa mengirimkan buah pisang dagangannya antara dua hingga tiga kali, menggunakan mobil pickup sekali jalan mampu mengangkut antara 2,7 hingga tiga ton.

Desa Kampung Baru, Suka Jawa dan Sukarame termasuk desa di kawasan pantai laut, selain penghasil buah kelapa juga padi sawah, coklat, pisang, dan tambak ikan dan udang, dengan jarak sekitar 60 hingga 70 Km dari Kota Bandarlampung.

Sebelumnya dilaporkan, naiknya harga buah pisang juga terjadi di Desa Kotabatu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, sekitar 100 Km barat laut Kota Bandalampung, yaitu dari sekitar Rp1.200 menjadi sampai Rp1.500/kg.

"Kalau di sini pedagang membeli pisang sistem kiloan, di tempat lain ada yang dengan cara sisiran," kata warga Kotabatu, Nuning. (*/DWA)

Pewarta: Oleh M.Tohamaksun
: Dewa Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026