"Kejadiannya hari senin lalu, seluruh korban gigitan anjing tersebut sudah kami obati, untuk mencegah virus rabies menjalar di tubuhnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr Putu Suasta, MKes, di Negara, Selasa.
Ia mengatakan, tujuh korban tersebut pihaknya bagi menjadi dua yaitu yang beresiko tinggi tertular rabies, dengan yang beresiko rendah, berdasarkan bagian tubuh yang digigit anjing tersebut.
Dari pemilahan tersebut, lima korban dianggap beresiko tinggi sehingga mendapatkan suntikan SAR atau serum anti rabies dan VAR atau vaksin anti rabies.
"Sementara yang dua orang hanya kami suntik dengan VAR, karena bagian tubuh yang digigit tidak beresiko tinggi tertular rabies. Meski begitu, seluruh pasien tersebut tetap kami pantau, hingga benar-benar sembuh," ujarnya.(GBI)
Pewarta: Oleh Gembong Ismadi: Gembong Ismadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.