"Saya menargetkan dari 1.000 hektare lahan yang dikelola Perusda dapat menghasilkan minimal Rp10 miliar per tahun," katanya saat menerima audiensi dari Direktur Perusda Provinsi Bali I Ketut Canang , di Denpasar, Jumat.
Oleh karena itu, Pastika mengajak dan meminta direksi perusda untuk mengelolanya lebih profesional.
"Bila perlu untuk jabatan direksi ke depan, kita adakan lelang saja dengan target keuntungan minimal Rp10 miliar per tahun. Jadi para direksi akan mempunyai tanggung jawab dan lebih profesional," ucap mantan Kapolda Bali itu.
Sementara itu Direktur Perusda I Ketut Canang menyampaikan laporan perkembangan Perusda, diantaranya beberapa usaha perkebunan yang sudah dikerjasamakan dengan perusahaan swasta seperti perkebunan kelapa di Pulukan yang luasnya 795 hektare sudah dijadikan perkebunan karet.
Ia juga menyebutkan kendala-kendala yang dihadapi Perusda yaitu terkait persoalan tenaga kerja yang kurang profesional sehingga banyak aset-aset yang tidak terurus dengan baik.
"Seperti perkebunan cengkeh seluas 64 hektare yang ada di daerah Jembrana. Dari semua aset yang dikelola Perusda setiap tahun baru bisa menghasilkan keuntungan sebesar Rp 5 miliar per tahun," kata Canang. (LHS)
Pewarta: Oleh Ni Luh RhismawatiEditor : Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.