Denpasar (Antara Bali) - Tiga keluarga miskin dengan sejumlah anak yang mengidap kelumpuhan menerima bantuan dari pusat pembangunan berkelanjutan Universitas Udayana (Unud) dan Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB).

Nyoman Dharma salah satu keluarga miskin yang mendapat bantuan di Denpasar Senin mengatakan, sehari hari bekerja sebagai kuli bangunan dan penghasilannya tidak menentu, empat anaknya cacat dan lumpuh.

"Anak saya lahir cacat sejak bayi, sempat dibawa berobat ke rumah sakit pemerintah di Denpasar namun tidak ada perubahan dan kami tidak memiliki biaya untuk berobat, unuk makan saja susah," katanya.

Ia mengatakan, sudah ada bantuan dari pemerintah namun tidak cukup untuk kebutuhan sehari-harinya dan harapan ke depan agar adanya perhatiaan dari pihak terkait untuk meberikan bantuan.

Nyoman Dharma menuturkan, empat anaknya yaitu Wayan Sudama (16), Kadek Sudarsana (14), Ketut Suartama (9) dan Ni Luh Nanda (18 bulan) sudah lama mengalami kelumpuhan.

Sejak bayi keempat anaknya hanya diberikan ASI dan tidak diberi makanan tambahan setelah umur enam bulan, hal ini dikarenakan suaminya bekerja serabutan dan hanya cukup membeli beras.

"Perasaan sedih selalu ada karena melihat kondisi keempat anak saya lumpuh dan ditambah kemiskinan keluarga seperti ini," ucapnya.

Ia mengharapkan pemerintah dapat memberi bantuan kesehatan dan kebutuhan pokok untuk sehari-hari.

Hal yang sama dirasakan Made Kari seorang keluarga miskin yang memiliki seorang anak lumpuh berasal dari kabupaten Karangasem, namun sejak 20 tahun tinggal di Denpasar.

Ia menuturkan, memiliki tiga orang anak dimana Ni Luh Indah (20) anak pertama dari pasangan suami istri tersebut mengalami kelumpuhan sejak umur enam bulan, namun anak kedua dan ketiga terlahir dengan normal.

Sejak umur enam bulan sudah tampak tanda-tanda anaknya sakit, keluarga sudah mengupayakan membawa anaknya berobat ke Rumah Sakit, namun tidak memiliki biaya.

"Saya sudah berupaya keras mengobati anak saya, namun suami saya hanya pekerja serabutan," ucapnya.

Salah seorang pengurus perhimpunan PHMB menuturkan, tujuan sosial ini tidak semata-mata membantu dan memberikan rasa solidaritas antarsesama untuk mengurangi beban keluarga miskin.

"Kunjungan kepada anggota keluarga miskin bertujuan membantu sesama bagi keluarga yang memiliki anak-anak cacat," kata ketua PHMB Bali A.A. Ngurah Agung.

Ia mengatakan ,sebanyak 100 KK di lingkungan jalan Bung Tomo gang X tersebut termasuk anggota keluarga miskin dan ditambah lagi setiap anggota keluarga memiliki dua sampai tiga anak cacat dan lumpuh.

Ngurah Agung menuturkan, sangat ironis sekali di Kota Denpasar yang metropolis tersebut terdapat banyak keluarga miskin.

Melihat kondisi tersebut, PHMB dan CSD Unud memberikan bantuan sejumlah uang dan kebutuhan bagi keluarga miskin.

"Saya prihatin dengan kondisi masyarakat miskin yang ada di Denpasar itu dan mengetuk hati kami untuk membantu dan meringankan beban mereka," katannya. (WRA)


Pewarta: Oleh I Made Surya Wirantara P
: I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026