"Kami sudah koordinasi dengan Kemendikbud, dan diminta untuk menyiapkan lahan. Terkait hal tersebut, kami memiliki aset tanah seluas 4 hektare untuk pembangunan kampus," kata Bupati Jembrana I Putu Artha di Negara, Senin.
Menurut dia, aset tersebut satu kompleks dengan kantor Pendidikan dan Latihan Kabupaten Jembrana di Desa Baluk, Kecamatan Negara.
Lahan itu siap dihibahkan kepada pemerintah pusat untuk dibangun infrastruktur rintisan perguruan tinggi negeri.
Sebagai tahap awal, lanjut Artha, perguruan tinggi negeri tersebut akan membuka pendidikan program D-I dan D-II dengan tenaga pengajar dari Politeknik Negeri Denpasar.
"Kami akan bekerja sama dengan politeknik tersebut untuk mengirimkan dosen. Selanjutnya harus ada dosen tetap," ujarnya.
Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menargetkan perguruan tinggi negeri di daerahnya itu sudah bisa menerima mahasiswa baru mulai tahun depan.
Menurut dia, Kemendikbud tidak keberatan dengan rencana Pemkab Jembrana itu. "Tinggal administrasi hibah aset pemkab ke pemerintah pusat saja. Untuk itu, tentu kami akan minta persetujuan DPRD," ujarnya.
Setelah hibah aset tanah tersebut selesai, pembangunan infrastruktur selanjutnya akan dibiayai pemerintah pusat.
Ia melihat minat masyarakat Kabupaten Jembrana saat ini adalah jurusan kebidanan dan pariwisata.
Dengan dibukanya perguruan tinggi negeri, Kembang berharap strata pendidikan masyarakat Kabupaten Jembrana meningkat dari hanya lulusan SMA menjadi Diploma.
"Selain itu, dapat meringankan beban masyarakat yang menginginkan anaknya bersekolah di perguruan tinggi negeri tanpa harus ke luar daerah," katanya. (M038)
Pewarta: Oleh Gembong IsmadiEditor : Gembong Ismadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.