Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyinyalir dua kabupaten dari lima kabupaten/kota yang serentak melaksanakan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) di daerah ini terindisikasi rawan konflik.

"Kedua daerah itu masing-masing Kabupaten Tabanan dan Karangasem," kata Gubernur Pastika seusai melakukan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) nomor 2 Banjar Tembau, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa.

Bersama istri Nyonya Ayu Pastika dan tiga orang putra-putrinya, ia mempunyai keyakinan kerawanan dan permasalahan yang muncul di kedua daerah tersebut akan dapat diatasi dengan baik.

Hal itu didasarkan karena Bali sebagai daerah tujuan wisata lebih mengedepankan semangat "Menyama braya" yakni persaudaraan yang kental antar sesama masyarakat, tanpa membedakan labar belakang ras, suku dan agama.

Oleh sebab itu, permasalahan yang muncul dalam proses demokrasi diharapkan dapat diselesaikan dengan baik, dalam suasana kondusif, sehingga Pemilukada dapat terlaksana dengan baik, lancar dan sukses untuk memilih pemimpin sesuai keinginan masyarakat.

Gubernur Pastika berpendapat, demokrasi merupakan jalan menuju kedamaian serta meningkatkan pengabdian dan kerja keras tanpa mengharapkan imbalan dan balas jasa (ngayah).

Ia mengharapkan seluruh masyarakat yang mempunyai hak pilih pada lima kabupaten/kota itu datang ke TPS untuk menyalurkan aspirasinya.

Pilkada berlangsung secara serentak pada lima kabupaten/kota se Bali, selain Tabanan dan Karangasem, juga Kabupaten Badung, Bangli dan Kota Denpasar.

Sementara Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Gede Sugianyar dalam kesempatan terpisah menjelaskan, Polda Bali mengerahkan sekitar 4.032 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilukada yang digelar serentak pada lima kabupaten/kota tersebut.

Pengerahan ribuan personel itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Rangkaian kegiatan tersebut memerlukan adanya pengamanan, guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan Kamtibmas, katanya.(*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026