"Perolehan ekspor itu meningkat 14,72 persen dibandingkan Juni 2013 yang hanya 43,78 juta dolar AS atau bertambah 2,71 persen dibandingkan Juli 2012 yang tercatat 48,90 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Gede Suarsa di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan, peningkatan yang cukup menggembirakan itu salah satu diantaranya naiknya nilai kurs dolar terhadap rupiah. Ekspor berbagai jenis matadagangan itu sebagian besar ditujukan ke negara Amerika Serikat yakni menyerap 22,58 persen.
Selain itu juga ke pasaran Jepang yang menyerap 13,69 persen, Australia 8,26 persen, Singapura 6,54 persen dan Hong Kong 5,12 persen.
Gede Suarsa menjelaskan, lima komoditas utama matadagangan Bali yang menembus pasaran luar negeri terdiri atas produk ikan dan udang sebesar 24,32 persen, menyusul produk perhiasan (permata) 12,58 persen serta produk pakaian jadi bukan rajutan 12,30 persen.
Selain itu produk kayu dan barang dari kayu 10,45 persen serta produk perabot dan penerangan rumah 8,36 persen. (LHS)
Pewarta: Oleh IK Sutika: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.