"Selain sampah ada sepuluh masalah lainnya yang menjadi sorotan wisatawan dengan harapan dapat ditangani dengan baik, agar Bali tetap menjadi daerah tujuan wisata masyarakat internasional," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada Simakrama (pertemuan) dengan berbagai elemen masyarakat Bali di Denpasar Sabtu.
Ia mengatakan, sepuluh masalah lainnya yang menjadi sorotan yakni, kemacetan lalu lintas dan atrian yang panjang di Bandara Ngurah Rai, Bali, baik kedatangan maupun keberangkatan.
Oleh sebab itu menjadi tanggung jawab bersama dalam mengatasi berbagai permasalahan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan.
Gubernur Mangku Pastika menjelaskan, masalah sampah menjadi tanggung jawab dan kewenangan pemerintah Kabupaten/Kota.
Hal itu telah dikoordinasikan secara baik dengan pemerintah kabupaten/kota, dengan harapan kebersihan secara bertahap dapat diwujudkan.
Gubernur Pastika mengaku, terbenak dalam pikirannya untuk menswastanisasikan penanganan dan pengelolaan sampah.
Dengan demikian pihak swasta yang menangani masalah sampah dapat mengerjakannya dengan baik, jika tidak mampu mewujudkan kebersihan tinggal memberikan peringatan atau tidak membayar dana yang seharusnya dikeluarkan untuk kebersihan.
"Dengan cara itu saya yakin kebersihan yang selama ini menjadi keluhan pelancongan akan dapat mewujudkan Bali yang bersih," ujar Gubernur Pastika.
Ia mengharapkan dukungan dan peranserta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan Bali dengan baik.
Permasalahan lainnya yang menjadi keluhan wisatawan secara bertahap dibenahi dengan koordinasi lintas sektor, dengan harapan nantinya Bali menjadi daerah tujuan wisata sesuai dambaan masyarakat internasional, harap Gubernur Pastika.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.