"Selama ada pagar dan dikunci, itu sudah standar tetapi vila di Bali tidak semuanya dilengkapi CCTV (kamera pengawas) tetapi kalau ada CCTV alangkah lebih baik," kata Kepala Sub-Direktorat III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali, AKBP Harry Haryadi di Denpasar, Senin.
Menurut dia, maraknya perampokan yang menyasar wisatawan mancanegara di vila disebabkan karena para perampok menilai para korban kerap lalai dalam menjaga keamanan vilanya dan sering abai dalam menaruh barang berharga.
"Mereka (perampok) menyasar wisatawan asing karena wisatawan itu sering menaruh barang dengan ceroboh dan vilanya tidak dikunci," ujarnya.
Selain itu pihaknya juga mengimbau agar setiap vila yang dilengkapi dengan petugas pengamanan untuk melakukan patroli di sekitar kawasan vila.
"Kami juga imbau agar para satpam meningkatkan patrolinya karena sering tempat kejadian perkara berlokasi cukup jauh dari pos satpam sehingga kalau korban berteriak, terkadang mereka tidak mendengar," ujarnya. (DWA)
Pewarta: Oleh Dewa Wiguna: Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026