Denpasar (Antara Bali) - Seniman Bali Wayan Sujana yang akrab disapa Suklu menggarap karya kanvas kolaborasi dengan Paul Trinidad dari Perth Australia yang ditampilkan dalam pameran bersama di Sudakara Art Space Sanur selama sebulan 26 Juli hingga 26 Agustus 2013
"Pameran bersama itu menyuguhkan puluhan karya kanvas, ratusan karya sket dan karya ekstalasi," kata kurator pameran tersebut Wayan Seriyoga Parta di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan kedua seniman dari latar belakang budaya yang berbeda dapat menciptakan karya kolaborasi yang unik dan menarik yang dapat dinikmati pencintanya.
Kedua seniman yang sama-sama berlatar belakang sebagai dosen dalam lembaga pendidikan tinggi seni itu bertemu dan adanya kesadaran untuk saling berbagi pengamanan satu sama lainnya.
Projek kolaborasi antara Paul Trinidad asal Perth Australia dan Wayan Sujana mempunyai kredibilitas di kampusnya masing-masing. Paul sebagai dosen seni rupa di ALVA University of Western Australia dan Suklu adalah dosen seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Wayan Seriyoga menjelaskan, pertemuan kedua seniman yang berbeda latar belakang budaya itu dimulai sejak tahun 2010 ketika Paul dan staf dosen serta mahasiswa ALVA University berkunjung ke ISI Denpasar.
Saat itu mereka melakukan workshop drawing bersama Suklu. Sejak saat itu mereka melakukan komunikasi yang intens berawal dari adanya kesamaan nama studio, Ancient Rock (Batu Purba) Studio (ARS) milik Paul di Perth dan Batubelah (Broken Rock) Art Space (BBAS) milik Suklu di Klungkung. (LHS)
