Petugas dari Kepolisian Sektor Kabupaten Sinjai, Sulsel, Sabtu (7/7), menemukan imigran itu di dua tempat berbeda, yakni 49 orang bersembunyi di satu rumah warga di Dusun Sereng, Desa Duanpanuae, Kec Bulupoddo, Kabupaten Sinjai dan 22 imigran lainnya di Dusun Kampala, Sinjai Timur, kata Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Andi Rahmat, Minggu dini hari.
"Sementara lima lainnya menyerahkan diri di kantor polisi setempat," ujarnya. Penangkapan imigran tersebut berdasarkan informasi warga dan pengembangan kepolisian terkait keberadaan sejumlah imigran gelap masuk di Indonesia khususnya di Sinjai, katanya.
Mereka kemudian dibawa ke kantor Imigrasi kelas I Makassar pada Sabtu (7/7) malam menggunakan tiga bus angkutan umum. Beberapa imigran tersebut dapat berbahasa melayu dan membawa anak anak.
Selain itu polisi juga mengamankan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga membantu imigran tersebut, satu di antaranya diketahui istri salah seorang imigran. Sedangkan dua warga lainnya yakni Undding pemilik rumah dan Are sebagai penunjuk jalan.
"Kuat dugaaan imigran ini menjadikan Sinjai sebagai tempat persinggahan sementara dan peristirahatan, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Australia mencari suaka politik," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Makassar Tegas Hartawan saat menerima kedatangan imigran gelap tersebut mengatakan pihaknya masih akan mendata dan menindaklanjuti terkait penangkapan dan penemuan imigran gelap itu. (*/DWA)
Pewarta: Oleh Darwin Fatir: Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.