Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, merupakan angka tertinggi sejak kuartal III 2022.

Menkeu di Yogyakarta, Jumat, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut ditopang kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, serta konsumsi pemerintah yang semakin efisien dan produktif.

"Ini juga karena kita bisa mengelola anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta tetap hidup," kata Purbaya saat menghadiri pembukaan Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Jumat.

Menurut Menkeu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai tetap kuat.

Hal tersebut, kata Purbaya, terlihat dari berbagai indikator ekonomi yang terus tumbuh, mulai dari indeks keyakinan konsumen, penjualan kendaraan bermotor, konsumsi bahan bakar minyak (BBM), penjualan listrik, hingga konsumsi semen domestik.

Sementara Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar memperluas akses keuangan, melainkan memastikan akses tersebut benar-benar membuat masyarakat semakin berdaya, bukan justru terjebak dalam konsumsi impulsif, algoritma digital, maupun jeratan utang.

"Uang tentu penting. Sistem keuangan tentu penting. Tetapi uang tidak boleh naik tahta menjadi tujuan akhir seluruh ikhtiar kita. Ia harus tetap menjadi sarana untuk memuliakan kehidupan," kata Sri Sultan.



Pewarta: Hery Sidik
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026