Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pihaknya melakukan penguatan strategi menghadapi dinamika geopolitik global dan kekeringan akibat fenomena El Nino ekstrem guna memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman.

"Upaya Bulog dalam mengantisipasi dinamika global sesuai dengan statement Bapak Presiden (Prabowo Subianto) apa pun yang terjadi, di mana-mana bangsa lain banyak mengalami kesulitan, tapi minimal kita aman dalam masalah pangan. Ini pernyataan beliau di Instagram resmi Sekretaris Negara," kata Rizal dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.

Selain itu, pemerintah juga memastikan harga pangan tetap stabil dan tidak terdampak gejolak geopolitik, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok global.

Adapun stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog dalam posisi aman yakni mencapai 4,59 juta ton.

Bulog memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta TNI-Polri dalam menghadapi tantangan pangan nasional.

Kerja sama juga dilakukan dengan BUMN pangan seperti ID FOOD dan Berdikari, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan.

Selain itu, Bulog meningkatkan koordinasi dengan DPR RI, khususnya Komisi IV, Komisi VI, dan Komisi XI, guna mendapatkan dukungan kebijakan dan masukan strategis dalam menghadapi dinamika global.

Koordinasi intensif juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta yang bergerak di bidang logistik, untuk memastikan kelancaran distribusi dan penyerapan hasil pertanian di seluruh wilayah Indonesia.

Bulog juga telah membentuk posko command center untuk memantau perkembangan situasi global serta potensi dampak El Nino secara real time sebagai bagian dari sistem respons cepat.



Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026