Surabaya (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan perusahaan yang dipimpinnya terus memperkuat strategi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino supaya stabilitas stok pangan tidak terganggu.
"Jadi kami sudah antisipasi terkait dengan kemarin adanya informasi dari BMKG kemungkinan besar di pertengahan tahun akan terjadi El Nino," ujarnya saat ditemui di Pasar Wonokromo, Surabaya, Sabtu.
Ia menjelaskan, upaya mitigasi dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian, guna menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
"Nah El Nino ini kami kemarin sudah rapat dengan Kementerian Pertanian, dibimbing Pak Mentan langsung mengantisipasi dan memitigasi terkait ancaman tersebut," ujar dia.
Menurut dia, sejumlah langkah konkret telah disiapkan, mulai dari mempersiapkan pompanisasi hingga penambahan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna memastikan produktivitas tidak terganggu.
"Solusinya di antaranya dari Kementerian Pertanian akan menambahkan pompanisasi kemudian juga memberikan tambahan alsintan, sehingga harapannya tingkat produksi tidak menurun, bahkan berpotensi meningkat," ujar dia.
Tak hanya itu, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, yakni mencapai 4,4 juta ton setara beras. "Ini adalah stok tertinggi. Tahun lalu tertinggi 4,2 juta ton, sekarang sudah melampaui," ujar dia.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026