"Indonesia memiliki pengalaman lebih dari seratus tahun memproduksi vaksin yakni di Bio Farma, produk vaksin Indoneia relatif lebih mudah diterima negara-negara Islam," kata Razley pada Pertemuan Produsen Vaksin Negara-Negara Islam yang digelar di Kota Bandung itu.
Selain itu, kata dia, produk vaksin Indonesia relatif lebih terjangkau harganya dan selama ini telah dipergunakan di 123 negara di dunia.
Sebagai produsen vakin yang telah berpengalaman dan memiliki sertifikasi WHO, menurut Razley, pertemuan di Bandung yang berlangsung semalam lima hari itu sangat strategis untuk menyaring pengetahuan dengan PT Bio Farma dan Badan POM Indonesia.
"Pengalaman itu sangat berharga dan kami mengapresiasi, dan harus bisa ditularkan kepada negara-negara muslim lainnya dalam rangka mendorong kemandirian vaksin," katanya.
Ia menyebutkan, saat ini ada lima negara OKI yang memiliki produsen vaksin namun hanya Indonesia yang bisa melakukan ekspor karena telah mengantongi sertifikasi dari WHO.
Sementara itu pertemuan produsen vaksin negara-negara Muslim di Bandung itu digelar dalam rangka mendorong penguatan kemandirian vaksin negara-negara itu serta melakukan sharing dengan BPOM dan pertemuan otoritas kesehatan di negara masing-masing. (LHS)
Pewarta: Oleh Syarif Abdullah: Ni Luh Rhismawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026