Denpasar (Antara Bali)- Puluhan siswa di dua ruang ujian SMP 7 Denpasar, Bali, terpaksa menunggu sekitar sepuluh menit, sehubungan antara sampul dan soal ujian nasional (UN) yang terdapat dalam amplop berbeda, sehingga panitia harus memfotokopi soal-soal ujian.

Memasuki hari kedua, Selasa, persoalan UN untuk tingkat SMP dialami SMP 7 Denpasar yang berlokasi di Jalan Gunung Rinjani, Monang Maning, Denpasar Barat.

"Panitia terpaksa memfotokopi soal-soal, sehingga pelaksanaan ujian terlambat sekitar sepuluh menit," kata Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Denpasar, Ida Bagus Alit, di sela-sela kegiatan itu.

Dikatakan Alit, sesuai jadwal, UN dimulai pukul 08.00 WITA, namun ketika panitia membuka sampul ujian hari kedua untuk mata pelajaran bahasa Inggris, sempat dikagetkan setelah melihat isi soalnya berbeda.

"Di sampul tertulis mata pelajaran bahasa Inggris, namun isi soal ternyata mata pelajaran bahasa Indonesia," ujar Alit. Seketika itu, panitia menarik kembali soal-soal yang sebagian sudah dibagikan kepada siswa peserta UN.

Setelah temuan itu disampaikan kepada pengawas, pemantau dan dikoordinasikan dengan sub rayon, akhirnya panitia memfotokopi naskah soal-soal bahasa Inggris yang diujikan hari itu.

Sementara, para siswa diminta menunggu sekitar 10 menit sampai fotokopi soal tersebut dapat dibagikan.

"Semua itu sudah bisa diselesaikan, dan tidak sampai mengganggu pelaksanaan UN secara umum," tutur Alit, menambahkan.

Atas kesalahan teknis seperti itu, kata dia, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena hal tersebut semata kesalahan dari pihak percetakan.

"Kalau kami sifatnya menunggu saja. Sama sekali tidak boleh melakukan pencegahan untuk mengantisipasi kesalahan seperti itu, sebab soal-soal ujian kan rahasia dan disegel, tidak boleh dibuka oleh siapapun," ucapnya.

Selain kesalahan sampul yang berbeda dengan naskah soal, juga terjadi kesalahan teknis lain seperti yang dialami SMP PGRI I Denpasar.

Saat panitia membagikan naskah soal ujian bahasa Inggris, ternyata sampul soalnya bertuliskan naskah matematika.

"Padahal, isinya benar mata pelajaran bahasa Inggris, namun sampul soal tertera matematika," ujarnya sambil tersenyum kecut.

Dari kasus tersebut, pihak panitia akhirnya menarik lembar soal itu, kemudian menggantinya dengan cadangan lembar soal lainnya, yang antara sampul dan isinya bersesuaian.

"Namun, ya, itu semua sudah dapat diatasi, sehingga tidak sampai menimbulkan persoalan yang dapat merugikan semua pihak," katanya menjelaskan.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026