Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali menyalurkan bantuan sosial bencana dan santunan penguatan ekonomi sebesar Rp1,8 miliar bagi warga yang terdampak banjir di Denpasar beberapa waktu lalu.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui dua tahap dimana pada tahap pertama, Pemkot Denpasar telah menyalurkan sebanyak Rp500 juta dan pada tahap 2 sebanyak Rp1,3 miliar lebih.
Pada tahap 2 ini, sebanyak 87 orang penerima bantuan yang diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa, serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Denpasar Cokorda Gede Partha Sudarsana di Kantor Wali Kota Denpasar, Bali, Kamis.
Wali Kota Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menyampaikan realisasi bantuan tahap II mencakup 87 penerima dengan total anggaran sebesar Rp1.355.000.000.
Jaya Negara berharap semoga bantuan tersebut dapat membantu memperbaiki kerusakan akibat bencana.
"Meskipun belum mampu menutup seluruh kebutuhan perbaikan, namun inilah bentuk perhatian kami selaku pemerintah kepada masyarakat. Harapannya, perekonomian warga dapat kembali pulih seperti semula,” ujar Jaya Negara.
Wali Kota Jaya Negara menjelaskan keterlambatan penyaluran bantuan disebabkan oleh proses verifikasi yang harus dilakukan secara teliti oleh tim BPBD Denpasar bersama Inspektorat.
Verifikasi mencakup pengecekan kerusakan rumah warga, pura, warung, hingga ternak yang mati akibat banjir.
Dia mengungkapkan Tim BPBD terus melakukan verifikasi kepada para korban banjir.
Proses ini memerlukan waktu karena melibatkan berbagai tim, termasuk Inspektorat, agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian bantuan.
"Saat ini masih ada sekitar 150 orang yang sedang diverifikasi, dan kami upayakan tidak lewat dari bulan Desember,” kata Jaya Negara.
Jaya Negara menambahkan bantuan yang diberikan pada tahap ini berbeda dengan bantuan bagi pedagang pasar maupun pura umum, yang telah ditangani melalui APBD pada kegiatan lain, seperti perbaikan di Pura Puseh, Pura Dalem Kertalangu, dan Pura Beji.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa menjelaskan total bantuan tahap I dan II total anggaran sebesar Rp1,8 miliar lebih tersebut dengan rincian bantuan terdiri dari 145 penerima bantuan perbaikan rumah, 51 penerima penguatan ekonomi, dan 78 penerima bantuan untuk fasilitas umum/pura.
Masing masing penerima jumlah yang diterima berbeda beda sesuai dengan kerusakannya.
"Dengan terealisasinya bantuan tahap II ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap masyarakat terdampak dapat segera memulihkan kondisi ekonomi dan lingkungan pemukiman mereka pascabencana," ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, I Nyoman Kariawan warga dari Banjar Alangkajeng menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Denpasar.
Ia mengaku bantuan yang diterima sebesar Rp9 juta tersebut sangat membantu untuk memperbaiki tugu pelinggih dan tembok sepanjang tiga meter yang roboh akibat banjir.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam memperbaiki kerusakan yang terjadi,” ungkapnya.
I Putu Karya Mahendra dari Desa Ubung Kaja juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar karena telah memberikan bantuan bencana sebesar Rp25 juta.
"Dana ini sangat membantu untuk perbaikan rumah yang rusak akibat banjir," ujarnya.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026