Gianyar, Bali (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, meningkatkan jumlah penerima manfaat beasiswa pelatihan kerja kepada warga kurang mampu untuk mendukung penciptaan lapangan kerja.“Kami berharap investasi meningkatkan kualitas sumber daya manusia ini akan mampu menciptakan lapangan kerja baru,” kata Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Gianyar I Ketut Mudana di Sukawati, Gianyar, Bali, Kamis.
Menurut dia, program beasiswa pelatihan berbasis kompetensi melalui berbagai lembaga pelatihan kerja (LPK) di Gianyar diikuti 60 orang peserta pada 2025 dan pada 2026 ditingkatkan menjadi 400 peserta untuk mendorong kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap beasiswa pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja itu menjadi bekal calon pekerja, sehingga ditargetkan menurunkan angka pengangguran serta menumbuhkan semangat wirausaha mandiri.
Selain itu, guna meningkatkan penyaluran dan penempatan para alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke dunia kerja.
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar bersama Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali mengadakan bursa kerja di SMKN 2 Sukawati.
Bursa kerja diikuti sebanyak 10 perusahaan dari berbagai sektor industri yang menawarkan 931 lowongan pekerjaan bagi alumni SMK, pencari kerja umum, dan penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Gianyar I Gede Suardana Putra menjelaskan bursa kerja menjadi salah satu strategi yang ditargetkan memperluas kesempatan kerja.
Selain itu, bursa kerja merupakan respons terhadap kebutuhan pencari kerja dan industri guna mewujudkan keterkaitan dan kesepadanan kerja yang berkelanjutan.
“Bursa kerja menjadi jembatan strategis bagi para pencari kerja, khususnya alumni SMK, untuk mendapatkan informasi serta akses kerja secara langsung dari dunia usaha dan dunia industri,” imbuhnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah pengangguran di Kabupaten Gianyar pada 2024, mencapai 6.466 orang atau menurun dibandingkan 2023 mencapai 9.687 orang.
