Buleleng, Bali (ANTARA) - Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Buleleng, Bali ikut serta membersihkan sampah plastik di daerah itu sebagai upaya mengedukasi masyarakat agar ikut terlibat menjaga kebersihan lingkungan.
"Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hari ini ikut menanggulangi sampah dengan turun langsung di sekitar Jembatan Desa Kubutambahan, tepat di seberang Kampus Stikes Buleleng II dengan fokus utama membersihkan sampah, khususnya plastik sekali pakai," kata Sekretaris Kwarcab Buleleng Ketut Susila Widiarsana di Buleleng, Bali, Sabtu.
Ia menjelaskan gerakan tersebut berupaya membangun kesadaran masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah plastik sejak dari sumbernya dan tidak membuang sembarangan yang ujung-ujungnya dapat mencemari lingkungan.
Menurutnya, isu sampah adalah isu nasional.
Oleh karena itu, Pramuka ingin bersinergi dengan pemerintah tidak hanya melakukan aksi, tetapi juga mengedukasi anggota dan masyarakat agar mampu mengelola sampah mulai dari rumah.
Widiarsana menambahkan kegiatan tersebut sejalan dengan tema Hari Pramuka 2025 yang menekankan kolaborasi demi ketahanan bangsa.
Aksi serupa digelar serentak di sembilan kecamatan di kabupaten ujung utara Pulau Dewata tersebut.
Adapun edukasi yang diberikan mencakup pemilahan sampah organik untuk dijadikan pupuk, serta pengelolaan sampah non-organik menjadi barang bernilai jual. Peserta terdiri dari Pramuka Penegak, perwakilan tiap kecamatan, hingga masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Buleleng, Ni Nyoman Widiartami mengapresiasi langkah Pramuka dalam menggerakkan kepedulian lingkungan.
Menurutnya, gerakan tersebut telah sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2019 tentang pembatasan timbunan sampah plastik sekali pakai di Pulau Dewata.
“DLH mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. Penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi tugas bersama. Kami juga melibatkan komunitas lingkungan, perguruan tinggi, dan Forum Anak Buleleng untuk menjadi relawan di kegiatan berikutnya,” katanya.
Pihaknya pun berharap apa yang telah diinisiasi Pramuka Buleleng mampu menjadi pemicu gerakan berkelanjutan. Bukan sekadar acara seremonial hari Pramuka.
Edukasi dan aksi nyata akan terus dilaksanakan di masing-masing kecamatan di Buleleng untuk memastikan pengelolaan sampah berbasis sumber benar-benar berjalan dan berdampak.
