Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster resmi membuka kembali jalur vital Denpasar-Gilimanuk tepatnya di depan Pasar Bajera, Tabanan, setelah jebol pada Senin (7/7).
“Saya berterima kasih kepada jajaran Kementerian PU dalam hal ini Balai Jalan di Provinsi Bali, yang telah bekerja cepat memperbaiki jalan yang rusak, ini lebih cepat dari target awal satu bulan,” kata Koster dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Sabtu.
Usai dibuka pagi tadi dengan pengibaran bendera, iring-iringan puluhan truk dan kendaraan logistik yang selama ini terdampak karena harus mengambil jalur alternatif hingga ke Bali Utara dan Bali Timur langsung melintas seperti sebelumnya.
Diketahui longsor terjadi pada ruas jalan nasional Antosari–Megati, tepatnya di kilometer 38+725 depan Pasar Bajera akibat runtuhnya saluran irigasi yang melintasi bawah badan jalan.
Baca juga: Gubernur Bali: Perbaikan jalan ambles Gilimanuk-Denpasar sudah selesai
Tepat setelah kejadian, Pemprov Bali langsung berkoordinasi dengan Kepala Balai Jalan Kementerian PU, dan akhirnya pemerintah mulai memperbaiki jalan jebol sedalam delapan meter itu.
Awalnya pengerjaan jalan jebol di jalur Denpasar-Gilimanuk itu diperkirakan rampung dalam tiga minggu, namun dengan pengerjaan penuh siang dan malam akhirnya selesai dalam 13 hari.
Gubernur Koster mengatakan, proses perbaikan diawasi ketat setiap hari, berkoordinasi langsung dengan balai jalan dan Ditjen Bina Marga.
“Sekarang sudah bisa senyum semua jajaran balai jalan dan semua staf, jadi terima kasih atas kerja kerasnya, juga kepada masyarakat atas kesabarannya selama masa perbaikan, serta kepada netizen yang memberikan informasi terkini bahkan marah-marah di media sosial, itu justru menjadi semangat bagi kami untuk lebih cepat menyelesaikan proyek ini," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Koster jabarkan arah pariwisata Bali ke Menpar
Secara teknis penanganan jalan jebol tersebut dilakukan dengan memasang box culvert berukuran 2x2 meter, kemudian dilakukan pemadatan menyeluruh agar struktur jalan mampu menahan beban kendaraan berat.
Tim teknis memastikan untuk mengutamakan kualitas dan spesifikasi teknis, karena ini adalah jalur nasional yang dilalui kendaraan logistik dengan beban besar.
Saat membuka jalan, Gubernur Koster turut disambut antusias warga sekitar khususnya pedagang di kawasan Pasar Bajera.
Selama hampir dua minggu omzet mereka menurun karena berkurangnya arus kendaraan dan pengunjung.
Kerugian juga dirasakan wilayah sekitar yang menjadi jalur alternatif, sebab pengalihan arus lalu lintas merusak ruas jalan di Banjar Kaja (Jalan Surapati), Banjar Saraswati (Jalan Sandat dan Saraswati), Banjar Tengah (Jalan Anusapati dan Sruti), Banjar Kelod (Jalan Srigati), Banjar Jero (Jalan Serma Arda dan Serma Watra), serta Banjarsari (Jalan Dahlia).
Menanggapi itu Pemprov Bali mengatakan, ada rencana pemulihan kondisi jalan alternatif oleh Balai Jalan Kementerian PU serta rencana revitalisasi pasar.
