Singaraja, Bali (ANTARA) - Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja Bali, Prof Dr I Gede Suwindia menyatakan siap menjalankan amanah dengan membangun IAHN tersebut menjadi pusat pendidikan Hindu yang unggul.
Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar telah melantik I Gede Suwindia sebagai Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan periode 2025-2029 di Jakarta, pada Senin (30/6).
"Hal ini (pelantikan) merupakan pencapaian kerja keras dari seluruh civitas akademika untuk mewujudkan alih status ini," kata Prof I Gede Suwindia dikonfirmasi dari Singaraja, Kabupaten Buleleng, Selasa.
Menurutnya, pelantikan sebagai rektor tersebut menjadi momentum awal untuk bisa mewujudkan visi misi besar dari Institut Mpu Kuturan ke depan, untuk tetap tegak lurus pada aturan.
Baca juga: Institut Mpu Kuturan terjunkan 424 relawan dampingi siswa baca tulis
“Ini adalah hasil kerja bersama. Terima kasih kepada Bapak Menteri Agama, Pak Sekjen dan Dirjen Bimas Hindu yang telah memberikan amanah ini. Saya siap mengerahkan seluruh jiwa dan raga untuk membangun IAHN Mpu Kuturan menjadi pusat pendidikan Hindu yang unggul, tidak hanya di Bali tetapi juga di tingkat nasional,” ucapnya dia.
Lebih jauh, ia mengungkapkan sesuai dengan amanah yang diberikan, pelantikan tersebut bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar memimpin perguruan tinggi keagamaan terbesar di Pulau Dewata bagian utara tersebut.
"Agenda terbesar kami ke depan adalah untuk meningkatkan layanan yang terbaik, agar civitas akademika dapat melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi lebih baik lagi,” tutup Suwindia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Prof. Dr. I Nengah Duija berharap peningkatan status ini menjadi momentum memperluas layanan pendidikan keagamaan Hindu kepada masyarakat.
"Harapannya setelah dilantik agar segera bekerja, karena kita masih punya tugas yang berat menata kembali dan juga menyelesaikan ortaker statuta, dan ini menjadi kerja kita bersama," kata dia.
Baca juga: IAHN Mpu Kuturan gemakan literasi digital di kalangan pelajar
Duija juga mengharapkan seluruh jajaran IMK agar segera bergabung dan kerja keras, agar seluruh proses bisa berjalan dengan baik.
"Astungkara, IMK akan berjalan sesuai apa yang dicita-citakan. Tentu ini sebuah proses awal dari perjalanan kita selanjutnya,”katanya.
Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 Tahun 2025 yang mengesahkan alih status STAHN menjadi Institut.
Proses peningkatan status tersebut telah melalui serangkaian tahapan, mulai dari terbitnya Perpres tentang alih bentuk, pelantikan Rektor, hingga terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) terkait Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) serta Statuta Institut.
Selanjutnya, akan dilaksanakan peresmian yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Menag Nasaruddin Umar.
